NUSA TENGGARA BARAT — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan warga yang mengungsi tersebar di sejumlah titik aman, dengan 405 jiwa di antaranya bertahan di Posko Pengungsian Jambur Arih Ersada, Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan Satpol PP telah mensterilkan kawasan zona bahaya.
"Pemerintah daerah bersama unsur terkait mengarahkan warga yang berada di kawasan terdampak abu vulkanik untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman serta mendistribusikan masker untuk meminimalkan risiko kesehatan," kata Berton di Jakarta, Sabtu (5/9).
Dampak Abu Vulkanik dan Zona Terdampak
Pengamatan petugas pos pemantauan pada Jumat (4/9) periode pukul 12.00-18.00 WIB menunjukkan asap kawah utama berwarna putih tebal dengan ketinggian 300 hingga 500 meter di atas puncak. Material abu dilaporkan paling parah melanda Desa Ndokum Siroga dan Desa Kuta Tengah di Kecamatan Simpang Empat, serta Desa Payung di Kecamatan Payung.
Selain permukiman, lahan pertanian warga ikut terpapar material vulkanik. Untuk mengantisipasi risiko lebih jauh, Pemkab Karo menetapkan Desa Payung dalam kondisi siaga dan menyiapkan evakuasi susulan jika aktivitas erupsi kembali meningkat.
Penanganan Darurat dan Aktivitas Warga
BNPB mengonfirmasi sejumlah langkah darurat telah berjalan, termasuk aktivasi dapur umum yang melayani makan tiga kali sehari serta pemenuhan pasokan air bersih bagi para pengungsi. Petugas juga gencar melakukan penyiraman debu di pusat Kota Berastagi untuk menekan gangguan pernapasan warga.
Kegiatan belajar mengajar turut terdampak. Siswa SD Negeri 040475 Tiga Serangkai dipindahkan ke lokasi pengungsian yang disiapkan pemerintah, sementara pelajar tingkat SMP yang bersekolah di luar Desa Payung mendapat layanan antar-jemput dari Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karo.
Patroli Zona Bahaya dan Imbauan Keselamatan
Hasil patroli gabungan memastikan kawasan rawan seperti Danau Lau Kawar sudah steril dari pengunjung. "Dari hasil patroli, kawasan tersebut dipastikan tidak terdapat pengunjung," cetus Berton.
Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di dalam radius bahaya yang telah ditetapkan PVMBG serta tetap menggunakan masker saat berada di luar ruangan. BNPB meminta warga yang bertahan di rumah untuk mewaspadai potensi hujan abu lebat dan guguran awan panas susulan.