Pencarian

Danantara Kembangkan Ekosistem Wisata Terintegrasi, Andalkan KEK Sanur hingga Labuan Bajo

Senin, 28 September 2026 • 12:03:32 WIB
Danantara Kembangkan Ekosistem Wisata Terintegrasi, Andalkan KEK Sanur hingga Labuan Bajo
Danantara Indonesia mengembangkan ekosistem wisata terintegrasi yang mencakup Borobudur, Mandalika, Danau Toba, Bali, dan Labuan Bajo.

NUSA TENGGARA BARAT — Danantara Indonesia memperkuat sektor pariwisata nasional lewat pengembangan ekosistem terintegrasi yang mencakup Borobudur, Mandalika, Danau Toba, Bali, hingga Labuan Bajo. Langkah ini menyusul tren positif kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 8,98 juta jiwa sepanjang Januari–Juli 2026 versi data BPS. Fokus utamanya kini mengarah ke Kawasan Ekonomi Khusus Sanur yang memadukan layanan kesehatan dan pariwisata.

Melalui ekosistem BUMN yang dikelolanya, Danantara Indonesia menempatkan pariwisata sebagai penggerak roda ekonomi daerah. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur menjadi contoh paling konkret dari pendekatan ini karena menghubungkan sektor kesehatan dengan pariwisata dalam satu kawasan terpadu.

Empat Pilar Utama KEK Sanur

KEK Sanur dibangun di atas empat pilar yang saling menopang. Pilar pertama adalah Medical Tourism, yakni layanan kesehatan bertaraf internasional yang menyasar pasien dari dalam dan luar negeri.

Pilar kedua adalah Wellness Tourism untuk kebugaran dan relaksasi. Dua pilar berikutnya meliputi Hospitality atau hotel dan akomodasi, serta pilar MICE yang menangani konferensi dan kegiatan bisnis.

Dampak Berganda bagi Ekonomi Lokal

Setiap pergerakan wisatawan di kawasan ini menghasilkan efek berganda bagi perekonomian setempat. Sektor transportasi, akomodasi, kuliner, retail, hingga UMKM ikut terdorong pertumbuhannya.

Ekosistem terintegrasi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Pariwisata tidak lagi berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan berbagai sektor pendukung di daerah.

Mobilitas Wisman dan Transportasi

Data BPS menunjukkan minat wisatawan mancanegara terhadap destinasi Indonesia terus naik. Sepanjang Januari–Juli 2026, kunjungan wisman mencapai 8,98 juta jiwa.

Peningkatan ini turut mendorong penggunaan moda transportasi. Sebanyak 15 juta wisman tercatat masuk melalui bandara di Indonesia sepanjang 2025, sementara 405.814 wisman memanfaatkan layanan Kereta Api Indonesia (KAI) jarak jauh pada Januari–Juli 2026.

Destinasi Unggulan yang Terus Dikembangkan

Selain KEK Sanur, sejumlah destinasi unggulan lain masuk dalam peta pengembangan ekosistem BUMN. Wisata Candi Borobudur, Kawasan Mandalika, Danau Toba, Bali, dan Labuan Bajo menjadi prioritas pengembangan.

Pendekatan terintegrasi ini memungkinkan wisatawan berpindah antar destinasi dengan layanan yang saling terhubung. Transportasi, akomodasi, dan atraksi dirancang sebagai satu rantai pengalaman, bukan layanan terpisah.

Momentum Hari Pariwisata Internasional

Dalam momentum Hari Pariwisata Internasional, Danantara Indonesia menekankan pentingnya pertumbuhan sektor pariwisata yang berjalan seiring pembangunan ekonomi daerah. Peluang bagi masyarakat lokal menjadi bagian tak terpisahkan dari agenda tersebut.

Bagi traveler yang merencanakan kunjungan ke kawasan seperti KEK Sanur atau destinasi unggulan lain, informasi terkini soal akses, tarif, dan fasilitas sebaiknya dikonfirmasi langsung ke pengelola kawasan atau dinas pariwisata setempat.

Follow kliklombok.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: metrotvnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks