MATARAM — Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, menyebut penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi sinergi lintas sektor di daerah. Ajang tahunan yang digelar Bank Indonesia bersama OJK, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, ASPI, dan AFTECH itu dirangkaikan dengan Rakornas Pengendalian Inflasi dan P2DD.
Prestasi NTB tahun ini tersebar di dua kategori utama: TPID Awards 2026 dan Championship TP2DD 2026. Lima daerah NTB masuk daftar penerima, jumlah terbanyak untuk wilayah Nusampua.
Daftar Lengkap Penerima Penghargaan dari NTB
Pada TPID Awards 2026, TPID Provinsi NTB ditetapkan sebagai TPID Provinsi Berkinerja Terbaik ke-3. Di tingkat kota dan kabupaten, TPID Kota Mataram meraih posisi Terbaik ke-2, disusul TPID Kota Bima di posisi Terbaik ke-3.
TPID Kabupaten Sumbawa Barat mendapat apresiasi sebagai TPID Kota/Kabupaten Berprestasi ke-2. Sementara dari kategori TP2DD, Kota Mataram dinobatkan sebagai TP2DD Tingkat Kota Terbaik ke-3 dan Kabupaten Lombok Timur meraih predikat TP2DD Tingkat Kabupaten Terbaik ke-3.
Transaksi QRIS di NTB Tembus Rp 2,3 Triliun
Keberhasilan TPID NTB ditopang penguatan produktivitas dan ketersediaan pangan, kerja sama antardaerah, pemantauan harga yang ketat, serta kelancaran distribusi untuk menjaga daya beli masyarakat. Stabilitas harga itu berjalan seiring lonjakan transaksi digital di wilayah tersebut.
Data per Agustus 2026 mencatat QRIS di NTB mencapai 25.354.679 transaksi, tumbuh 658,78 persen secara year on year, dengan nominal Rp 2,3 triliun atau naik 487,97 persen. Akseptasi QRIS didukung 604.147 pengguna dan 502.757 merchant.
Kanal BI-FAST mencatat 10,8 juta transaksi dengan pertumbuhan 67,66 persen (yoy) dan nilai nominal Rp 26,4 triliun, meningkat 64,95 persen (yoy).
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci
Hario menilai capaian ini tidak lepas dari kerja bersama pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan para pemangku kepentingan di NTB. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas konsistensi sinergi lintas sektor di daerah.
Pertumbuhan transaksi digital NTB sejalan dengan akselerasi ekonomi digital nasional yang didorong melalui Program DIGDAYA, Digital Talent Expo, Akselerasi OJK Infinity, hingga portal layanan digital ASN InaGOV.
Dengan capaian ini, NTB memadukan efisiensi tata kelola keuangan berbasis digital dengan ketahanan ekonomi kerakyatan yang inklusif. Pemerintah daerah bersama Bank Indonesia akan melanjutkan program pengendalian inflasi dan perluasan digitalisasi di seluruh kabupaten dan kota.