MATARAM — Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menilai KONI NTB membutuhkan pemimpin yang memahami dunia olahraga dan seluk-beluk organisasi KONI. Penilaian itu menjadi dasar dorongannya kepada Wali Kota Mataram Mohan Roliskana untuk maju sebagai calon Ketua Umum KONI NTB periode 2026-2030.
Dukungan tersebut muncul setelah Iqbal tidak dapat melanjutkan pencalonan dirinya sebagai Ketua Umum KONI NTB. Berdasarkan hasil verifikasi Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), Iqbal dan Ketua KONI NTB periode 2022-2026 H. Mori Hanafi dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).
Alasan Iqbal Dorong Mohan: Pengalaman Memimpin KONI Kota Mataram
Iqbal menjelaskan, Mohan sebelumnya pernah memimpin KONI Kota Mataram. Pengalaman itu dinilai menjadi modal untuk mengelola organisasi olahraga di tingkat provinsi.
"KONI NTB ini butuh pemimpin yang paham soal olahraga, soal KONI maka saya mendorong pak Wali Kota (Mohan Roliskana, red) sebagai calon ketum KONI NTB," kata Iqbal.
Ia menambahkan, Mohan punya kapabilitas untuk memajukan olahraga di NTB melalui KONI. Mohan sendiri saat ini menjabat Ketua DPD Partai Golkar NTB.
Iqbal Akui Maju Setelah Diminta KONI Pusat
Iqbal menyatakan sejak awal tidak pernah memiliki rencana maju sebagai calon Ketua Umum KONI NTB. Ia mengaku maju setelah mendapat permintaan dari Ketua Umum KONI Pusat.
Namun proses tersebut akhirnya terhenti setelah dirinya dinyatakan tidak memenuhi persyaratan pencalonan. Kepada para pendukungnya, Iqbal meminta tetap solid meski dirinya gagal maju.
Ia mengibaratkan soliditas itu seperti perahu yang sedang berlayar. Menurutnya, apabila terdapat kebocoran pada perahu, seluruh penumpang dapat terdampak.
Dalam kesempatan tersebut, Iqbal bahkan meminta respons peserta terkait dukungan terhadap figur yang telah dipilihnya.
"Apakah calon yang saya dukung akan didukung?," tanya Iqbal yang dijawab "dukung," oleh peserta. Gubernur kemudian kembali bertanya untuk memastikan dukungan tersebut.
Mohan: Saya Merasa Dijebak, tapi Siap Majukan Olahraga NTB
Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana menyatakan kesiapannya menerima amanah yang disampaikan Gubernur NTB. Ia mengaku tidak menyangka tiba-tiba diminta maju dalam kontestasi Ketua Umum KONI NTB.
"Saya merasa dijebak, tiba-tiba disuruh maju. Namun karena ini amanah maka saya siap majukan olahraga di NTB," ungkapnya.
Dukungan Iqbal kepada Mohan menambah dinamika menjelang pemilihan Ketua Umum KONI NTB periode 2026-2030. Proses penjaringan dan penyaringan bakal calon telah dibuka TPP sejak Agustus 2026, mencakup pendaftaran dan verifikasi administrasi.
Pergantian kepemimpinan KONI NTB menjadi perhatian karena organisasi olahraga tersebut menghadapi agenda besar. NTB bersama NTT dipersiapkan sebagai tuan rumah PON 2028.