NUSA TENGGARA BARAT — Penjualan kendaraan listrik roda empat di Indonesia melonjak dari sekitar 40 ribu unit pada 2024 menjadi 103 ribu unit pada akhir 2025. Wakil Ketua Umum Periklindo, Achmad Rofiqi, menilai pertumbuhan 141 persen itu sebagai bukti transisi kendaraan ramah lingkungan berjalan di jalur yang tepat. Meski begitu, industri masih menuntut kepastian kebijakan jangka panjang dari pemerintah.
Angka tersebut disampaikan Achmad Rofiqi dalam CNN Indonesia Evolution Forum di Jakarta, Rabu (30/9). Forum bertema Powering Indonesia's Future: Green Cars, Blue Skies itu dibuka oleh Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza.
Rofiqi menyebut lonjakan ini bukan sekadar angka di atas kertas. Menurutnya, capaian itu memperkuat target Net Zero Emission yang sudah dicanangkan pemerintah.
Dari 40 Ribu ke 103 Ribu Unit dalam Setahun
Sepanjang 2024, penjualan mobil listrik nasional berada di kisaran 40 ribu unit. Setahun berselang, angkanya menembus 103 ribu unit.
Lompatan 141 persen itu membuat Indonesia masuk daftar pasar kendaraan listrik yang tumbuh paling agresif di Asia Tenggara. Sebagai pembanding, beberapa negara tetangga masih bergulat dengan pertumbuhan dua digit.
"Kita lihat bahwa pertumbuhan 141 persen ini merupakan suatu hal yang menunjukkan bahwa kita ini sudah di jalan yang benar," kata Rofiqi.
Industri Minta Aturan Tidak Berubah Tiap Tahun
Di balik pertumbuhan itu, pelaku industri menyimpan kekhawatiran soal stabilitas regulasi. Rofiqi menyoroti kebijakan yang berubah dalam rentang setahun hingga dua tahun sebagai risiko utama bagi investor.
Ketidakpastian tersebut, menurutnya, membuat perencanaan bisnis jangka panjang sulit disusun. Insentif perpajakan menjadi salah satu contoh aturan yang paling sering berubah.
"Sebenarnya dibutuhkan dari industri adalah sebenarnya kepastian kebijakan ini dari pemerintah. Jadi bagaimana kebijakan ini bisa dibuat dalam jangka panjang, yang enggak setiap setahun berubah, dua tahun berubah, karena ini akan berpengaruh dari sisi investasi," ujarnya.
TKDN dan Lapangan Kerja Baru
Regulasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) disebut Rofiqi berpotensi membuka lapangan kerja baru. Aturan itu juga mendorong lokalisasi industri yang lebih dalam, mulai dari perakitan baterai hingga komponen pendukung.
Semakin banyak komponen diproduksi di dalam negeri, semakin besar pula efek berganda ke sektor manufaktur dan tenaga kerja lokal.
Charging Station Tembus 5.000 Unit, tapi Masih Menumpuk di Jawa
Periklindo mencatat jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik sudah mencapai hampir 5.000 unit per Maret 2026. Persebarannya jadi persoalan tersendiri.
Fasilitas itu masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Periklindo menekankan pentingnya pemerataan agar pengguna mobil listrik di luar Jawa tidak terkendala jarak pengisian daya.
CNN Indonesia Evolution Forum sendiri terbagi dua sesi. Sesi pertama menghadirkan Patia J Monangdo dari Kementerian Perindustrian, Handojo K Setyadi dari PT Pollux Hotels Group Tbk, Suzanty Sitorus dari ViriyaENB, dan Sim Budiman Setiawan dari Pusat Keterampilan Energi Terbarukan.
Sesi kedua membahas perkembangan kendaraan listrik, biofuel, kendaraan komersial rendah emisi, serta kebijakan pemerintah dalam mempercepat transformasi transportasi hijau. Pembicaranya Iman Kartolaksono Reksowardojo dari Universitas Pertamina, Gonggomtua Sitanggang dari ITDP Asia Tenggara, dan Rofiqi sendiri.
Forum tersebut dapat disaksikan lewat kanal YouTube CNN Indonesia dan live streaming di CNNIndonesia.com.