MATARAM — Tiga medali emas yang diraih Tio Fawwaz Ananta memenuhi target yang sebelumnya dipatok Pengprov Pordasi Berkuda Memanah NTB. Atlet asal Bumi Gora itu turun di tiga nomor berbeda kategori senior dan menyapu seluruhnya.
Kejuaraan berlangsung 25-27 September 2026. Selain Tio, sejumlah atlet muda Indonesia lain ikut menyumbang medali di kategori Young Rider dan junior.
Indonesia Kuasai Podium dengan 519.491 Poin
Hasil akhir kompetisi menempatkan Indonesia di puncak klasemen dengan koleksi 519.491 poin. Angka itu membawa kontingen Merah Putih meraih Gold Trophy Champion.
Rusia harus puas di posisi kedua dengan 495.749 poin. Tuan rumah Kazakhstan menutup tiga besar dengan 368.155 poin.
Secara keseluruhan, Indonesia mengoleksi tujuh medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Arsa Wening Arrosyad menyumbangkan tiga emas di kategori Young Rider.
Hammas Syauqi Syahid menambah satu emas dan dua perak. Dzaakir Al Hanif melengkapi koleksi dengan satu perak dan tiga perunggu.
Samsudin Magenda: Ini Kebanggaan bagi NTB
Ketua Pengprov Pordasi Berkuda Memanah NTB, Samsudin Magenda, menyambut capaian tersebut dengan bangga. Menurutnya, keberhasilan Tio membawa nama Indonesia di ajang internasional.
"Ini kebanggaan bagi NTB karena atlet kita dipercaya membawa nama bangsa di tingkat internasional. Kami berharap Tio bisa tampil lepas, fokus, dan mengharumkan nama NTB serta Indonesia," kata Samsudin.
Ia menilai prestasi Tio tidak semata-mata menjadi pencapaian pribadi. Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi pemicu semangat bagi atlet-atlet muda NTB.
Dorongan Pembinaan Atlet Muda Berkuda Memanah
Samsudin menilai tampilnya atlet NTB di pentas internasional harus menjadi momentum memperkuat pembinaan olahraga berkuda memanah di daerah. Menurutnya, semakin banyak atlet muda NTB yang mampu menembus level nasional hingga internasional.
"Harapan kami, semakin banyak atlet muda NTB yang mampu menembus level nasional hingga internasional," ujarnya.
Capaian Tio di Kazakhstan mempertegas potensi atlet NTB di cabang olahraga berkuda memanah. Prestasi tersebut diharapkan menjadi modal penting untuk membangun pembinaan yang lebih berkelanjutan di Bumi Gora.