NUSA TENGGARA BARAT — Telkomsel memaparkan tiga keunggulan teknis jaringan 5G bagi pengguna di Indonesia, mulai dari kecepatan unduh teoretis hingga 750 Mbps hingga latensi di bawah 5 milidetik. Perusahaan mengklaim performa ini ditopang optimasi jaringan berbasis kecerdasan buatan serta kombinasi spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz. Klaim tersebut divalidasi lewat laporan independen Ookla dan Opensignal yang mencakup aspek kecepatan, cakupan, hingga konsistensi layanan.
Jaringan 5G Telkomsel mengandalkan teknologi AI-powered network untuk mengoptimalkan performa di lapangan. Perusahaan menyebut slogan "Dekatnya Nyata, Pintarnya Terasa" sebagai kerangka perluasan jaringan yang terus dilakukan sejalan dengan penambahan cakupan di berbagai wilayah.
Validasi pihak ketiga menjadi bagian penting dari klaim tersebut. Telkomsel merujuk pada laporan berkala Ookla dan Opensignal sebagai dasar pengukuran kualitas jaringan yang dirasakan pengguna harian.
Kecepatan Unduh Riil 100-250 Mbps
Meski angka teoretisnya menyentuh 750 Mbps, data lapangan menunjukkan performa yang lebih moderat. Merujuk laporan Opensignal, rata-rata kecepatan unduh riil pelanggan berada di kisaran 100 Mbps hingga 250 Mbps.
Analisis Opensignal mencatat kecepatan unduh 5G yang kuat di area perkotaan, seperti mencapai 82,5 Mbps di DKI Jakarta dan 81,9 Mbps di Jawa Barat. Sementara publikasi Ookla menempatkan median download speed yang dirasakan pengguna di angka 88,03 Mbps.
Bagi pengguna harian, kecepatan tersebut berdampak pada aktivitas mengunduh dokumen berukuran besar, memperbarui aplikasi game, hingga streaming video resolusi 4K dan 8K tanpa buffering.
Latensi Rendah untuk Gaming dan Video Conference
Infrastruktur 5G Telkomsel dirancang memangkas waktu jeda pengiriman data (latency) secara drastis. Klaim latensi di bawah 5 milidetik menjadi salah satu nilai jual utama untuk kebutuhan real-time.
Pengujian Ookla menghasilkan sejumlah penghargaan global untuk Telkomsel, antara lain Fastest Mobile Network di Indonesia, Best Mobile Gaming Experience berkat kestabilan ping rendah bagi pemain game kompetitif, serta Best Mobile Video Experience yang menjamin kelancaran panggilan video conference dan streaming film.
Cakupan Terluas dengan Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz
Kekuatan jangkauan geografis dan daya tampung perangkat menjadi keunggulan lain yang disorot. Pengukuran berbasis miliaran pemindaian sinyal di Ookla menempatkan Telkomsel sebagai pemenang kategori Best Mobile Coverage, senada dengan Coverage Award dari Opensignal.
Kapasitas jaringan diperkokoh oleh kombinasi pita frekuensi low-band 700 MHz untuk memperluas jangkauan dan mid-band 2,6 GHz untuk melipatgandakan ruang trafik data. Kombinasi ini membuat koneksi tetap stabil di area publik padat seperti konser atau stadion, sekaligus aman untuk mengintegrasikan perangkat pintar Smart Home dan IoT.
Penghargaan dan Pertanyaan Umum Pengguna
Dalam pengujian berkala berskala global, Telkomsel mengamankan total 11 penghargaan dari Opensignal serta 5 penghargaan utama dari Ookla yang mencakup aspek kecepatan, cakupan, hingga konsistensi layanan.
Soal konsumsi baterai, Telkomsel menyatakan jenis teknologi jaringan 4G atau 5G tidak memengaruhi daya secara langsung. Ketahanan baterai bergantung pada kualitas tangkapan sinyal di lokasi pengguna serta intensitas pemrosesan data oleh aplikasi yang aktif.
Pelanggan lama yang sudah memegang kartu SIM 4G (USIM) otomatis bisa menikmati jaringan 5G tanpa perlu mengganti kartu fisik ke GraPARI, selama perangkat, lokasi, dan paket internetnya sudah mendukung.
Kestabilan koneksi di area padat pengunjung diklaim dipengaruhi implementasi optimasi jaringan cerdas serta penambahan spektrum frekuensi baru yang dirilis melalui pengumuman resmi Telkomsel.