Pencarian

Ribuan Jemaah Salat Istisqa di Mataram, Gubernur NTB Siapkan Hujan Buatan November 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 09:31:01 WIB
Ribuan Jemaah Salat Istisqa di Mataram, Gubernur NTB Siapkan Hujan Buatan November 2026
Ribuan jemaah mengikuti Salat Istisqa berjemaah di Mataram sebagai ikhtiar menghadapi musim kemarau panjang.

MATARAM — Pemprov NTB menggelar Salat Istisqa berjemaah yang diimami TGH Abdul Manan dengan khatib TGH Munajib Khalid. Ibadah sunah ini menjadi ikhtiar batiniah di tengah musim kemarau panjang yang menekan pasokan air di sejumlah kabupaten/kota.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyatakan harapan agar doa dan zikir yang dipanjatkan bersama ribuan jemaah diijabah. Menurutnya, hujan yang segera turun akan meringankan beban warga yang terdampak kekeringan.

"Mudah-mudahan segera turun hujan dan masyarakat bisa menikmati air yang dikirimkan," ujarnya.

Hujan Buatan Menunggu Tutupan Awan Ideal

Pemprov NTB mematangkan rencana Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) bersama BMKG, BPBD, dan instansi terkait. Namun pelaksanaannya masih menunggu kondisi atmosfer yang ideal.

Iqbal menjelaskan tutupan awan di sebagian besar wilayah NTB belum mencukupi untuk mendukung penyemaian. Karena itu, TMC diperkirakan baru bisa dilakukan pada November mendatang.

Sebagai gantinya, Gubernur memerintahkan Kepala Pelaksana BPBD NTB segera menerbitkan Surat Edaran ke kabupaten/kota. SE itu meminta daerah mengoptimalkan distribusi air bersih hingga November 2026.

Status Darurat Kekeringan dan Karhutla Disiapkan

Dalam rapat pembahasan TMC di Kantor Gubernur NTB, Selasa 13 Oktober 2026, Iqbal menginstruksikan penetapan status darurat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Status itu dimaksudkan sebagai langkah preventif, bukan reaksi setelah bencana terjadi.

"Kedaruratan kekeringan dan karhutla harus segera ditetapkan. Penetapan status darurat ini sekaligus juga untuk penetapan preventif. Jangan bereaksi terhadap bencana saja, tetapi prevention-nya kurang," ujarnya.

Iqbal juga menghubungi Pertamina untuk meminta dukungan pengalihan BBM kendaraan tangki air milik Pemprov, Pemkab/Pemkot, dan Baznas dari Dex ke Solar subsidi. Penghematan anggaran BBM akan dialokasikan untuk menambah pembelian pasokan air bersih.

"Peta sebaran air dan distribusi air harus sinkron biar tidak buang-buang solar atau bensin," katanya.

Antisipasi Banjir: Evaluasi Perahu Karet hingga Simulasi di Bima

Menjelang peralihan musim, Iqbal meminta warga dan pemerintah kabupaten/kota mengecek kesiapan drainase, gorong-gorong, dan saluran air. Gotong royong membersihkan alur sungai diminta dilakukan sebelum curah hujan tinggi datang.

"Mumpung belum hujan, imbauan saya kepada seluruh masyarakat, kemudian juga pemerintah kabupaten/kota agar mulai cek situasi gorong-gorong, situasi drainase, saluran-saluran," katanya.

BPBD dan dinas terkait diminta memperkuat simulasi evakuasi di daerah langganan banjir. Pengalaman tahun lalu di Mataram yang kekurangan perahu karet harus dievaluasi, terutama ketersediaan perahu mesin agar mampu melawan arus. Skenario penanganan diminta disiapkan sejak sekarang, khususnya di Bima.

Dalam khotbahnya, TGH Munajib Khalid mengingatkan agar momentum kemarau panjang tidak hanya disikapi lewat Salat Istisqa. Umat diminta memperbanyak istigfar, tobat nasuha, saling memaafkan, serta meningkatkan sedekah dan kepedulian sosial.

Ia menilai musibah kekeringan sebaiknya dijadikan sarana introspeksi diri dan penguatan solidaritas, termasuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Kombinasi ikhtiar spiritual dan kesiapsiagaan infrastruktur diharapkan membuat masyarakat NTB melewati masa darurat kekeringan dengan lebih tangguh.

Follow kliklombok.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: globalfmlombok.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks