MATARAM — Sektor pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) diproyeksikan memberikan kontribusi ekonomi hingga Rp4 triliun per tahun bagi daerah. Target ambisius tersebut dibarengi dengan upaya BPPD NTB dalam memperkuat tata kelola anggaran dan efektivitas program promosi di tengah tantangan pendanaan yang terbatas.
Ketua BPPD NTB, Sahlan M Saleh, mengungkapkan bahwa total anggaran yang dikelola pihaknya saat ini berjumlah Rp1 miliar. Namun, ia menekankan bahwa angka tersebut tidak sepenuhnya dialokasikan untuk belanja promosi pariwisata karena harus dibagi dengan kebutuhan dasar lembaga.
“Perlu dipahami, di dalam anggaran itu juga terdapat biaya operasional kantor, sehingga porsi untuk promosi terbagi. Karena itu, kami harus menyiasati dengan strategi kolaboratif, termasuk melibatkan mitra dari industri pariwisata,” ujar Sahlan di Mataram, baru-baru ini.
Pendekatan kolaboratif ini menjadi tumpuan utama agar target tiga juta wisatawan tetap realistis. Sahlan optimistis, dengan pelibatan aktif pelaku industri, dampak ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat lokal melalui perputaran uang di sektor jasa dan akomodasi.
Mengenai langkah pengawasan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pariwisata, Sahlan menyatakan pihaknya sangat terbuka. Ia menilai pengawasan merupakan bagian krusial dari tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) untuk memastikan setiap rupiah memberikan hasil terukur.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pariwisata Provinsi yang ikut mengawasi tata kelola anggaran BPPD. Kami terbuka dan menyambut baik bahwa program kami harus selaras dengan target pemerintah provinsi dalam menjadikan NTB sebagai destinasi pariwisata mendunia,” jelasnya.
Meski mendukung penuh fungsi kontrol tersebut, BPPD berharap adanya konsistensi kebijakan dari pemerintah daerah. Keseimbangan antara pengawasan ketat dan dukungan terhadap peran strategis BPPD dianggap penting agar lembaga ini dapat bergerak lincah di pasar internasional.
Guna mengejar target kunjungan tahun ini, BPPD NTB telah menyusun agenda promosi luar ruang yang masif. Salah satu fokus terdekat adalah partisipasi dalam ajang Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) di Bali yang berlangsung pada 27-30 Mei mendatang.
Kegiatan tersebut akan dilanjutkan dengan agenda FamTrip Lombok Sumbawa pada 31 Mei hingga 2 Juni. Program ini dirancang khusus untuk membawa para pembeli (buyer) potensial dari pasar mancanegara agar melihat langsung kesiapan infrastruktur pariwisata di NTB.
“Kami mendatangkan buyer dari Eropa, Amerika, Afrika, Asia dalam kegiatan FamTrip Lombok Sumbawa. Kami berharap partisipasi semua pihak untuk mendukung kegiatan besar ini,” pungkas Sahlan. Melalui rangkaian kegiatan ini, BPPD berupaya memastikan setiap program promosi memiliki metrik keberhasilan yang jelas bagi peningkatan daya saing daerah.