MATARAM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menginstruksikan penguatan peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai pemasok utama kebutuhan operasional Dapur MBG. Langkah strategis ini diambil guna memastikan distribusi bahan pokok dan gas elpiji di tingkat lokal tetap stabil di tengah fluktuasi permintaan pasar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB, Lalu Wiranata, menyatakan bahwa KDMP di setiap wilayah tidak boleh lagi hanya sekadar menjadi distributor pasif. Koperasi tersebut kini didorong menjadi mitra aktif yang mengintegrasikan sistem distribusi agar lebih efisien dan tepat sasaran.
Memperkuat Ekosistem Ekonomi Lokal di NTB
Fokus utama dari kebijakan ini adalah menciptakan kemandirian ekonomi di tingkat desa. Dengan menjadikan KDMP sebagai penyuplai tunggal bagi Dapur MBG, pemerintah daerah ingin meminimalkan ketergantungan pada pasokan komoditas dari luar daerah yang sering kali memicu kenaikan biaya logistik.
“Sedapat mungkin seluruh kebutuhan dapur MBG disuplai oleh KDMP di wilayah masing-masing. Ini penting untuk memperkuat peran lokal dan menjaga stabilitas distribusi,” ujar Lalu Wiranata dalam keterangannya baru-baru ini.
Sinergi ini diproyeksikan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih solid. Ketika bahan baku dan energi dikelola secara mandiri oleh entitas lokal, pengawasan harga di lapangan diklaim akan menjadi lebih mudah dilakukan oleh pemerintah daerah.
Jaminan Distribusi Elpiji dan Bahan Pokok
Selain komoditas pangan, gas elpiji menjadi perhatian serius dalam kolaborasi ini. Kelancaran distribusi gas melon sangat krusial untuk menunjang aktivitas Dapur MBG yang melayani kebutuhan masyarakat luas. Pemerintah ingin memastikan tidak ada hambatan stok yang dapat mengganggu operasional program tersebut.
“KDMP harus berkolaborasi dengan Dapur MBG, terutama dalam memastikan distribusi bahan pokok dan gas elpiji berjalan lancar dan tepat sasaran,” tegasnya kembali.
Melalui pola kerja sama terintegrasi ini, Pemprov NTB menargetkan program ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan. Distribusi yang lebih pendek dari produsen ke konsumen melalui KDMP diharapkan langsung berdampak pada keterjangkauan harga di tingkat rumah tangga.