Bank NTB Syariah Aktifkan QRIS Cross Border Layani Transaksi Lima Negara

Penulis: Valdi Pratama  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 13:35:54 WIB
Bank NTB Syariah aktifkan QRIS Cross Border untuk transaksi lima negara utama.

MATARAM — Bank NTB Syariah resmi memperluas jangkauan layanan digitalnya melalui implementasi QRIS Cross Border. Inovasi ini memungkinkan nasabah maupun merchant di Nusa Tenggara Barat menerima pembayaran langsung dari wisatawan mancanegara tanpa perlu proses penukaran uang tunai yang rumit.

Langkah strategis ini menempatkan Bank Pembangunan Daerah (BPD) milik NTB tersebut di jajaran bank nasional yang memiliki standar teknologi pembayaran internasional. Dengan semangat "Lokal ke Global", sistem ini diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi ekosistem ekonomi digital di wilayah pariwisata unggulan.

Koneksi Transaksi ke Korea Selatan hingga Singapura

Melalui sistem QRIS Cross Border, merchant Bank NTB Syariah kini dapat melayani transaksi dari lima negara utama, yakni Korea Selatan, China, Malaysia, Thailand, dan Singapura. Keberadaan layanan ini memberikan kemudahan bagi turis asing untuk berbelanja di sektor UMKM hanya dengan memindai kode QR melalui aplikasi pembayaran dari negara asal mereka.

Integrasi ini tidak hanya menyasar kemudahan bagi pelancong, tetapi juga memberikan jaminan keamanan dan kecepatan transaksi bagi para pelaku usaha lokal. Bank NTB Syariah memastikan bahwa seluruh proses pembayaran lintas negara ini berjalan secara real-time dan sesuai dengan standar integrasi pembayaran nasional yang dicanangkan Bank Indonesia.

Dorong Kenaikan PAD Lewat Sektor Pariwisata

Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyatakan bahwa keberhasilan implementasi ini merupakan bagian dari inovasi tanpa batas yang terus didorong oleh manajemen. Menurutnya, kesiapan teknologi ini sangat krusial untuk memperkuat posisi NTB sebagai destinasi wisata global yang modern dan inklusif.

“Hal ini menunjukkan bahwa Bank NTB Syariah kini sejajar dengan bank nasional lainnya dalam hal teknologi pembayaran internasional. Kami melihat ini sebagai peluang besar untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus memudahkan wisatawan asing bertransaksi secara cashless dengan aman dan nyaman tanpa perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar,” ujar Nazaruddin.

Ia menekankan bahwa dampak nyata dari digitalisasi ini akan dirasakan langsung oleh pertumbuhan ekonomi daerah. Sektor pariwisata dan UMKM menjadi pihak yang paling diuntungkan karena hambatan transaksi konvensional kini telah teratasi oleh sistem pembayaran non-tunai yang terintegrasi.

Optimalisasi Rinjani Mobile dan Layanan Syariah

Selain penguatan QRIS, Bank NTB Syariah tengah melakukan optimalisasi pada platform Rinjani Mobile (RIMO). Penguatan infrastruktur digital ini bertujuan untuk memastikan seluruh nasabah mendapatkan akses keuangan yang cepat, mudah, namun tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip syariah.

Peningkatan layanan ini juga merespons tren kenaikan kunjungan wisatawan asing ke NTB. Dengan tersedianya fasilitas pembayaran global di pelosok destinasi wisata, daya saing daerah di tingkat internasional diharapkan meningkat tajam seiring dengan terbentuknya ekosistem ekonomi digital yang kian matang.

Reporter: Valdi Pratama
Back to top