Utang Rp 91,45 Miliar RSUP NTB Lunas, Gubernur Iqbal Instruksikan Akselerasi Pembenahan Tata Kelola dan Pelayanan

Penulis: Wendra Kusuma  •  Senin, 18 Mei 2026 | 12:16:01 WIB
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memberikan apresiasi atas pelunasan utang RSUP NTB sebesar Rp 91,45 miliar.

MATARAM — Setelah bertahun-tahun membebani operasional, RSUP NTB resmi bebas dari utang kontraktual tahun anggaran 2025. Kewajiban sebesar Rp 91.445.484.400,83 itu diselesaikan secara bertahap. Percepatan pelunasan sisa Rp 46,67 miliar hanya dalam waktu satu bulan oleh direksi baru menjadi titik balik.

Kini, manajemen memiliki ruang leluasa mengatur arus kas, memperbarui alat kesehatan, dan menjamin kepastian kerja sama dengan mitra layanan. Pelunasan ini membuka babak baru bagi rumah sakit yang sebelumnya terbelenggu persoalan fiskal.

Gubernur NTB: Ukuran Keberhasilan Bukan Sekadar Gedung Besar

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Namun, ia menekankan agar keberhasilan ini tidak berhenti sebagai catatan administratif semata.

“Bapak Gubernur menekankan bahwa setelah persoalan utang diselesaikan, RSUP NTB harus mulai bergerak lebih cepat melakukan pembenahan. Ukuran keberhasilan rumah sakit bukan hanya besar gedungnya, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan pelayanan yang cepat, nyaman, manusiawi, dan memberi rasa aman,” ujar Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Halik, Jumat (16/5).

Strategi Baru: Dari Pengendalian Belanja hingga Diversifikasi Pendapatan

Direktur RSUP NTB drg. H. Asrul Sani, M.Kes., menyiapkan langkah strategis agar kondisi fiskal tetap sehat. Pengendalian belanja, penataan arus kas, dan percepatan penyelesaian klaim BPJS menjadi prioritas jangka pendek.

Manajemen mulai menyusun diversifikasi pendapatan. Evaluasi kerja sama, appraisal aset, optimalisasi aset yang belum produktif, serta pengembangan revenue center baru menjadi pilar kemandirian fiskal rumah sakit ke depan.

“Kalau utang sudah selesai, maka perlahan kita bangkit. Kita ingin RSUP NTB tidak hanya menjadi rumah sakit yang besar, tetapi menjadi rumah sakit yang sehat, kuat, maju, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” demikian penegasan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal.

Kepercayaan Publik Jadi Target Utama

Pemprov NTB memandang pelunasan utang sebagai awal kebangkitan, bukan akhir perjuangan. Dengan fondasi fiskal yang mulai pulih, RSUP NTB diharapkan mampu memulihkan kepercayaan publik yang sempat menurun akibat keterbatasan layanan di masa lalu.

Kini, setelah beban masa lalu mulai ditinggalkan, RSUP NTB perlahan membangun fondasi baru menuju institusi layanan kesehatan yang lebih mandiri dan berkelanjutan. (rat/*)

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: radarlombok.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top