Pencarian

Revitalisasi 124 Sekolah di Lombok Timur dan Sumbawa Rampung, Abdul Mu’ti: Rp 527,5 Miliar untuk Fasilitas Layak

Senin, 18 Mei 2026 • 11:58:01 WIB
Revitalisasi 124 Sekolah di Lombok Timur dan Sumbawa Rampung, Abdul Mu’ti: Rp 527,5 Miliar untuk Fasilitas Layak
Revitalisasi 124 sekolah di Lombok Timur dan Sumbawa selesai dengan anggaran Rp 144 miliar.

LOMBOK TIMUR — Ribuan murid di dua kabupaten di Nusa Tenggara Barat kini tak lagi belajar dengan sistem double shift. Revitalisasi 124 sekolah yang digarap pemerintah pusat mengubah total kondisi belajar mengajar di Lombok Timur dan Sumbawa.

Sebanyak 87 sekolah di Lombok Timur dan 37 sekolah di Sumbawa menerima bantuan revitalisasi. Anggaran yang digelontorkan di dua daerah itu mencapai Rp 144 miliar. Secara keseluruhan, pemerintah mengalokasikan Rp 527,5 miliar untuk 531 satuan pendidikan di Provinsi NTB pada 2025.

Dari PAUD Hingga SLB: 531 Sekolah Tersentuh Anggaran Rp 527,5 Miliar

Program revitalisasi 2026 tidak hanya menyasar SMA dan SMK. Data Kemendikdasmen menunjukkan bantuan mencakup 69 PAUD, 227 SD, 107 SMP, 60 SMA, 37 SMK, 20 SLB, dan 11 PKBM/SKB. Artinya, semua jenjang pendidikan dasar dan menengah di NTB mendapat bagian.

Di Kabupaten Lombok Timur sendiri, anggaran revitalisasi untuk 87 sekolah mencapai Rp 105,9 miliar. Sementara Sumbawa menerima Rp 38,1 miliar untuk 37 sekolah. Selain pembangunan fisik, pemerintah juga mendistribusikan 7.080 unit Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah di NTB dengan anggaran Rp 236,1 miliar.

SMK Negeri 1 Sikur: Dari Double Shift ke Pagi Hari Penuh

Kepala SMK Negeri 1 Sikur, Hasbi Ahmad, mengungkapkan perubahan paling drastis terjadi pada sistem pembelajaran. Sebelum revitalisasi, sekolahnya terpaksa menerapkan sistem double shift karena keterbatasan ruang kelas. Kini seluruh siswa bisa belajar pada pagi hari.

"Motivasi anak-anak sekarang jauh lebih tinggi karena sudah memiliki ruang belajar yang nyaman," ujarnya. SMK Negeri 1 Sikur menerima bantuan pembangunan ruang praktik dan ruang kelas baru senilai Rp 978 juta.

Laboratorium Baru Bikin Siswa Lebih Semangat

Adinda, murid SMK Negeri 1 Sikur, mengaku ruang laboratorium baru membuatnya lebih betah belajar. "Sekarang ruangannya lebih terang, luas, dan nyaman. Kami jadi lebih semangat belajar," katanya. Hal serupa dirasakan Natasha, siswa Program Keahlian Kecantikan. Ia menyebut laboratorium baru membuat kegiatan praktik jauh lebih optimal dibanding sebelumnya. "Dulu ruang praktik gabungan dan sempit. Sekarang lebih besar dan nyaman," ungkapnya.

SLB Juga Kebagian: Dua Ruang Kelas dan Toilet Baru

Revitalisasi sekolah 2026 juga menyasar sekolah luar biasa. Kepala SLB Negeri 3 Lombok Timur, Azri Sofyan, mengatakan sekolahnya menerima bantuan dua ruang kelas, dua ruang keterampilan, dan satu paket toilet. Sebelum revitalisasi, beberapa rombongan belajar harus menggunakan satu ruangan secara bersamaan karena keterbatasan fasilitas.

"Sekarang kegiatan belajar jauh lebih kondusif. Murid sangat antusias karena memiliki ruang praktik keterampilan yang lebih baik," katanya.

Abdul Mu’ti: Digitalisasi Bukan Sekadar Proyek Fisik

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi dan digitalisasi sekolah bukan tujuan akhir. "Revitalisasi dan digitalisasi bukan tujuan akhir, tetapi bagian dari usaha meningkatkan kualitas layanan pendidikan agar mampu melahirkan sumber daya manusia unggul, terampil, mandiri, dan berakhlak mulia," ujarnya dalam sambutan peresmian.

Ia menambahkan, setiap anak berhak belajar dengan teknologi modern. Pemerintah berharap fasilitas yang sudah diterima bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh sekolah dan murid di NTB.

Bagikan
Sumber: maklumat.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks