RUPS Tahunan Bank NTB Syariah Tahun Buku 2025, Empat Strategi Utama untuk Perkuat Fondasi Bisnis dan Keberlanjutan

Penulis: Uki Damayanti  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 12:45:13 WIB
Jajaran direksi Bank NTB Syariah menggelar RUPS Tahunan untuk Tahun Buku 2025 di Mataram.

MATARAM — Bank NTB Syariah resmi mengumumkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk Tahun Buku 2025. Dalam forum tertinggi perusahaan itu, jajaran direksi dan komisaris menetapkan empat strategi utama yang akan menjadi tulang punggung operasional bank milik pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat ini.

Empat Pilar Strategi Sepanjang 2025

Pertama, penguatan tata kelola perusahaan atau good corporate governance (GCG) menjadi prioritas mutlak. Bank NTB Syariah berkomitmen untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di setiap lini organisasi. Kedua, optimalisasi layanan digital untuk menjangkau lebih banyak masyarakat NTB, khususnya di daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau oleh layanan perbankan konvensional.

Ketiga, pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berkelanjutan melalui program sertifikasi dan pelatihan berbasis kompetensi. Keempat, ekspansi pembiayaan produktif yang diarahkan secara spesifik pada sektor-sektor unggulan daerah, seperti pertanian, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Mengapa Strategi Ini Krusial bagi Bank NTB Syariah?

Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan likuiditas dan persaingan ketat di industri perbankan syariah regional. Dengan fokus pada pembiayaan produktif, bank berharap dapat menekan angka pembiayaan bermasalah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa dan kecamatan. Peningkatan layanan digital juga dianggap sebagai kunci untuk menekan biaya operasional jangka panjang.

Apa Dampaknya bagi Nasabah dan UMKM Lokal?

Nasabah akan merasakan dampak langsung dari optimalisasi layanan digital, seperti kemudahan transaksi tanpa harus datang ke kantor cabang. Sementara itu, pelaku UMKM di NTB diproyeksikan mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah dengan skema bagi hasil yang kompetitif. Bank menargetkan pertumbuhan portofolio pembiayaan UMKM dua digit pada akhir tahun buku ini.

Dari sisi tata kelola, penguatan GCG diharapkan mampu meminimalisir risiko fraud dan meningkatkan kepercayaan investor daerah. Langkah ini juga menjadi syarat utama bagi Bank NTB Syariah untuk terus berekspansi tanpa harus bergantung pada suntikan modal dari pemerintah daerah.

Langkah Selanjutnya: Eksekusi di Lapangan

Pasca RUPS, jajaran direksi diminta untuk segera menyusun peta jalan eksekusi dari keempat strategi tersebut. Tahap awal akan difokuskan pada audit internal dan peluncuran versi terbaru aplikasi mobile banking. Bank NTB Syariah menargetkan seluruh program strategis ini sudah berjalan efektif pada kuartal kedua tahun 2025.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: lombokpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top