MATARAM — Sebanyak 46 ekor hewan kurban yang terkumpul dari jajaran pimpinan dan instansi di lingkungan Pemprov NTB tidak semuanya dibagikan dalam bentuk daging segar seperti biasanya. Baznas NTB memutuskan untuk mengolah sebagian menjadi daging kalengan agar lebih tahan lama dan bisa menjangkau wilayah yang sulit diakses.
Ketua Baznas NTB Lalu Muhammad Iqbal Murad menjelaskan ada tiga pola distribusi yang diterapkan tahun ini. "Pendistribusian ini berbasis pemerataan dan ketahanan pangan," ujarnya di Mataram, Rabu.
Pola pertama, hewan kurban dialokasikan khusus untuk desa-desa yang masuk kategori miskin ekstrem. Pola kedua, distribusi dilakukan langsung melalui masjid dan organisasi sosial kemasyarakatan agar bantuan lebih tepat sasaran.
"Pola ketiga menjadi inovasi terbaru. Sebagian daging kurban akan diolah menjadi daging kaleng siap saji untuk dibagikan kepada masyarakat (mustahik) di daerah terpencil di NTB," kata Iqbal.
Menurutnya, langkah ini strategis agar manfaat hewan kurban bisa dirasakan lebih luas dan bertahan lebih lama, tidak hanya habis dalam beberapa hari setelah Idul Adha.
Total hewan kurban yang disembelih Pemprov NTB mencapai 46 ekor, terdiri dari 30 ekor sapi dan 16 ekor kambing. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyumbang satu ekor sapi seberat 970 kilogram, sama dengan sumbangan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri. Sementara Sekda NTB mengurbankan sapi seberat 750 kilogram.
"Beberapa unsur pimpinan, deretan kepala OPD lingkup Pemprov NTB dan instansi mitra juga turut berkontribusi menyalurkan masing-masing satu ekor sapi," terang Iqbal. Daging dari para pejabat ini berasal dari sumbangan Pemprov NTB, instansi vertikal, lembaga, sektor swasta, dan masyarakat.
Kabag Keagamaan Biro Kesra Setda NTB Abdul Aziz Fahmi memastikan daging kurban yang dikumpulkan di Baznas NTB bisa menyentuh masyarakat secara langsung. "Tentunya ini akan dibagikan terutama kepada warga-warga miskin. Harapannya seperti itu," katanya.
Dengan inovasi daging kalengan, Baznas NTB berharap warga di pelosok yang sulit dijangkau distribusi daging segar tetap bisa merasakan kebahagiaan Idul Adha, bahkan dalam waktu yang lebih panjang.