Geely EX2 Max Kalahkan BYD Atto 1, Ini Dia Pemenang Perang Mobil Listrik Rp 200 Jutaan di Indonesia

Penulis: Wendra Kusuma  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 23:02:01 WIB
Geely EX2 Max dan EX2 Pro memimpin penjualan SUV listrik kompak di Indonesia dengan total 3.569 unit.

NUSA TENGGARA BARAT — Data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk periode empat bulan pertama 2026 menunjukkan pergeseran signifikan di pasar EV tanah air. Konsumen kini lebih memilih SUV kompak dan hatchback fungsional ketimbang city car ringkas. Dua pabrikan asal China, Geely dan BYD, menjadi penguasa lantai pasar dengan selisih penjualan yang tipis.

SUV Kompak Geely EX2 Pro Ikut Berkontribusi Besar

Keberhasilan Geely tidak hanya bertumpu pada varian tertinggi EX2 Max yang dibanderol Rp 269,9 juta. Varian entry-level, EX2 Pro seharga Rp 239,9 juta, juga mencatatkan angka solid sebanyak 1.022 unit. Total penjualan gabungan kedua varian ini mencapai 3.569 unit, menjadikan Geely sebagai merek dengan volume distribusi terbesar di segmen tersebut.

Kepulangan Geely ke pasar Indonesia jelas disambut hangat. Strategi mereka menawarkan dua pilihan harga yang agresif di kelas SUV kompak terbukti efektif menjaring konsumen yang sebelumnya mungkin melirik BYD Atto 1 Long Range (Rp 235 juta).

BYD Atto 1: Teknologi Baterai Masih Jadi Magnet

BYD Atto 1 Long Range memang harus mengakui keunggulan Geely secara volume. Namun, pencapaian 2.474 unit dalam empat bulan tetap impresif. Strategi BYD mengusung teknologi Blade Battery dengan jangkauan lebih jauh di harga kompetitif masih menjadi daya tarik utama bagi pembeli yang mementingkan efisiensi dan keamanan baterai.

Meski kalah jumlah dari Geely, BYD tetap menjadi pemain kunci yang sulit diabaikan. Persaingan keduanya diprediksi akan semakin sengit menjelang akhir tahun, terutama jika ada program promosi atau varian baru.

Nasib Pionir: Wuling Air ev dan Seres E1 Kian Terdesak

Pionir mobil listrik ringkas seperti Wuling Air ev kini harus legawa. Varian Air ev Lite Long Range (Rp 251 juta) hanya mencatatkan 101 unit, sementara varian Standard Range (Rp 214 juta) terjual 33 unit. Seres E1 L-Type (Rp 219 juta) masih bertahan dengan 50 unit. Segmen urban yang mengutamakan kepraktisan memang masih setia, tapi pangsa pasarnya menyusut drastis.

VinFast, pendatang baru asal Vietnam, memilih strategi berbeda. Dengan skema sewa baterai, VF e34 (Rp 283 juta) membukukan 220 unit—angka solid untuk pemain anyar. Model VF 5 yang lebih murah (Rp 212 juta sewa baterai) hanya terjual 21 unit.

Jaecoo J5 EV Nol Unit, Tantangan Berat Menanti

Nasib kurang beruntung dialami Jaecoo. J5 EV Standard yang dipasarkan Rp 279,9 juta belum mampu mencatatkan satu pun penjualan pada periode Januari–April 2026. Angka ini menjadi alarm keras bagi merek tersebut untuk segera membenahi strategi pemasaran dan distribusi jika ingin bersaing di segmen yang sama.

Dengan persaingan yang semakin ketat, konsumen Indonesia diuntungkan dengan banyaknya pilihan mobil listrik di kisaran Rp 200–280 juta. Ke depannya, faktor harga, fitur keselamatan, dan layanan purna jual akan menjadi penentu utama siapa yang benar-benar mendominasi.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: otomotif.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top