NUSA TENGGARA BARAT — Arsenal akan menghadapi PSG di final yang mempertemukan dua tim dengan status juara baru. The Gunners baru saja meraih gelar Premier League pertama mereka sejak 2004, sementara Les Parisiens datang sebagai juara bertahan Liga Champions yang musim lalu mengalahkan Arsenal di semifinal.
Arteta secara tegas menepis anggapan bahwa tekanan sudah hilang dari pundak anak asuhnya hanya karena mereka sudah menjadi juara domestik. “Ambisi kami justru lebih besar,” ujar manajer asal Spanyol itu.
“Kami punya satu, dan sekarang kami ingin yang kedua. Itu saja yang terus kami bicarakan,” tegas Arteta. Ia menambahkan bahwa timnya sudah menunjukkan kapasitas di kompetisi ini selama dua musim terakhir dan yakin bisa menang.
Arteta melihat perubahan signifikan pada mentalitas pemainnya setelah merasakan manisnya gelar juara. “Momen-momen seperti itu melahirkan keinginan yang berbeda. Kamu sudah tahu rasanya mengangkat trofi, dan kamu ingin mengulanginya sebanyak mungkin,” ungkapnya.
Menurut Arteta, kunci sukses di laga nanti adalah bermain dengan kejelasan, keberanian besar, dan keinginan menang yang tak kenal lelah. “Kami punya tiga aspek itu, dan saya yakin kami akan dekat dengan kemenangan,” tambahnya.
Kabar baik datang dari lini pertahanan. Arteta mengonfirmasi bek Belanda, Jurriën Timber, sudah pulih dari cedera pangkal paha dan kemungkinan besar akan diturunkan sebagai starter. Timber terakhir kali bermain saat Arsenal mengalahkan Everton pada 14 Maret lalu.
Sementara itu, bintang sayap Bukayo Saka mengungkapkan bahwa legenda klub Thierry Henry menghubunginya pekan ini untuk memberikan semangat. Henry adalah bagian dari skuad Arsenal yang kalah dari Barcelona di final Liga Champions 2006 silam.
Arsenal akan memainkan pertandingan ke-63 musim ini, jumlah terbanyak dibanding tim mana pun di lima liga top Eropa. Sebagai perbandingan, PSG baru akan menjalani laga ke-56 mereka.
Namun, Saka meremehkan faktor kelelahan. “Kami punya waktu seminggu untuk pulih dan siap tempur lagi. Pertandingan seperti ini tidak akan ditentukan oleh berapa menit kami bermain, tapi oleh momen-momen krusial dan tim mana yang lebih terorganisir,” ujar pemain internasional Inggris itu.
Pertandingan final Liga Champions antara Arsenal dan PSG akan menjadi laga bersejarah. Bagi Arsenal, ini adalah kesempatan menebus kegagalan 19 tahun lalu dan menulis babak baru di klub yang ia cintai.