NUSA TENGGARA BARAT — Tekanan terhadap rupiah masih berlanjut di awal Juni. Pada pukul 09.38 WIB, mata uang Garuda tercatat berada di Rp 17.864 per dolar AS, memperpanjang tren negatif yang sudah berlangsung beberapa pekan terakhir. Kondisi ini membuat pelaku pasar dan masyarakat yang membutuhkan valuta asing harus merogoh kocek lebih dalam.
Bagi Anda yang hendak membeli dolar AS untuk kebutuhan perjalanan atau transaksi bisnis, simak kurs jual di tiga bank besar berikut per pukul 09.38 WIB. Harga jual dolar di bank menjadi patokan bagi nasabah yang ingin menukarkan rupiah dengan mata uang asing.
Perbedaan mencolok terlihat pada kurs beli di masing-masing bank. Kurs beli adalah harga yang ditawarkan bank saat nasabah menjual dolar AS. Selisih antara kurs jual dan beli (spread) di BCA dan Mandiri mencapai Rp 250 per dolar AS untuk transaksi TT Counter dan Bank Notes. Di BNI, spread untuk transaksi serupa mencapai Rp 300 per dolar AS.
Artinya, jika Anda memiliki dolar AS dan ingin mencairkannya ke rupiah, nilai yang Anda terima akan lebih rendah dibandingkan jika Anda membelinya. Bagi nasabah dengan transaksi besar, BCA dan Mandiri menyediakan special rate dengan spread yang lebih tipis.
Pelemahan rupiah ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan impor. Harga barang elektronik, gadget, hingga bahan baku industri berpotensi naik karena biaya pengadaan dalam dolar AS menjadi lebih tinggi. Bagi pelaku bisnis yang memiliki utang dalam denominasi dolar, beban pembayaran bunga dan pokok utang juga ikut membengkak.
Sementara itu, investor yang memiliki portofolio di pasar saham masih bisa bernapas lega. IHSG yang justru menguat pagi ini menjadi sinyal bahwa aliran modal asing belum sepenuhnya keluar dari pasar saham Indonesia. Namun, ketidakstabilan nilai tukar tetap menjadi risiko yang harus diwaspadai.
Bagi nasabah yang bertransaksi melalui aplikasi mobile banking atau internet banking, BCA, Mandiri, dan BNI menawarkan kurs e-Rate. Kurs ini biasanya lebih kompetitif dibandingkan transaksi di kantor cabang. Sebagai gambaran, kurs jual e-Rate di BCA dan Mandiri adalah Rp 17.898 per dolar AS, lebih murah Rp 42 dibandingkan transaksi tunai di counter. Namun, perlu diingat bahwa kurs ini bersifat indikatif dan dapat berubah sewaktu-waktu selama proses transaksi berlangsung.