NUSA TENGGARA BARAT — Meta resmi melepas label Ray-Ban dari jajaran kacamata pintar terbarunya. Dalam acara peluncuran di New York City, perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg ini memperkenalkan tiga model anyar: Meta Adventurer, Meta Fury, dan Meta Glasses by Kylie (juga disebut Starfire). Ketiganya masih dikerjakan bersama EssilorLuxottica, namun tanpa embel-embel merek kacamata ikonik tersebut.
Menurut Ming Hua, VP of Wearable Devices Meta, ketiga model ini dibangun di atas platform hardware yang sama dengan kacamata AI Meta sebelumnya. Artinya, kualitas perekaman suara dan video serta output audio tak berubah drastis. Yang diperluas justru pilihan gaya: total 26 kombinasi warna dan material tersedia di lini anyar ini.
Meta Adventurer mengusung desain persegi panjang klasik. Meta Fury hadir lebih kotak dengan opsi warna lebih banyak. Sementara Meta Glasses by Kylie (Starfire) mengadopsi bingkai oval kecil—mirip model favorit Kylie Jenner—dengan pilihan warna hitam atau tortoiseshell.
Satu detail eksklusif di model Kylie: aksen berlian imitasi di sudut kanan atas lensa, tepat di dekat kamera. Meta menyebut elemen ini sebagai simbol bagaimana Jenner kerap diburu paparazzi—kilauan batu tersebut menyerupai lampu blitz kamera. Selain estetika, model ini juga punya bantalan hidung logam yang lebih mudah dibersihkan dari sisa makeup, hasil masukan langsung dari Jenner.
Dari sisi software, Meta menghadirkan pembaruan Muse Spark AI yang sudah lebih dulu dirilis ke kacamata lawas. Fitur live translation kini mendukung 14 bahasa baru, termasuk Mandarin, Korea, Jepang, Arab, dan Hindi—total 20 bahasa. Ada pula fitur "dynamic photos" yang menjepret beberapa foto beruntun dan memilih gambar terbaik secara otomatis. Navigasi pejalan kaki (pedestrian navigation) juga hadir, memberikan panduan suara seperti "Belok kanan sekarang" saat pengguna berjalan di kota asing.
Ketiga model sudah bisa dipesan di AS melalui situs resmi Meta. Belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan di Indonesia. Sebagai perbandingan, model Ray-Ban Meta sebelumnya dijual mulai USD 299 dan belum pernah masuk pasar Indonesia secara resmi.
Saat menjajal langsung model Kylie di venue peluncuran, tim Meta menyediakan beberapa unit untuk dicoba. Bentuk cat-eye-nya mengingatkan pada kacamata desainer seperti Gentle Monster, Prada, atau Chanel. Bantalan hidung logam di model ini terasa lebih efektif: setelah dipakai cukup lama, residu foundation dan bedak di nose pad lebih sedikit dibandingkan model Adventurer biasa.
Bagi yang tidak biasa memakai kacamata—seperti jurnalis yang sudah LASIK 16 tahun lalu—ketiga model ini tetap nyaman dipakai berjam-jam. Engsel over-extension dan temple tips yang bisa disetel membuat kacamata tidak mudah melorot, meski digunakan bergerak aktif di area demo.
Kacamata pintar Meta generasi baru ini cocok untuk pengguna yang menginginkan perangkat wearable dengan kamera dan AI terintegrasi, namun tidak ingin terikat dengan estetika Ray-Ban. Dengan rentang harga Rp 4,9–6,6 juta, posisinya masih di bawah kompetitor seperti Xreal Air atau Viture Pro yang lebih fokus pada augmented reality. Keputusan akhir tetap tergantung pada preferensi model dan fitur navigasi yang paling dibutuhkan.