Ketua MPR RI Ahmad Muzani Dorong Pengembangan Wisata Religi dan Industri Halal Bersama Uzbekistan

Penulis: Zaki Mubarak  •  Senin, 29 Juni 2026 | 20:13:31 WIB
Ketua MPR RI Ahmad Muzani melakukan pertemuan bilateral dengan Ketua Senat Uzbekistan untuk bahas kerja sama wisata religi dan industri halal.

NUSA TENGGARA BARAT — Ketua MPR RI Ahmad Muzani menginisiasi pembahasan kerja sama bilateral dengan Uzbekistan yang berfokus pada dua sektor utama: pariwisata religi dan pengembangan ekosistem industri halal. Inisiatif ini disampaikan langsung dalam pertemuan dengan Ketua Senat Oliv Majelis Republik Uzbekistan, Tanzila Narbaeva, di sela-sela forum parlemen internasional. Kedua negara sepakat untuk menjajaki peluang konkret yang saling menguntungkan.

Uzbekistan, Negeri Tujuan Ziarah yang Belum Tergarap Maksimal

Dalam pertemuan tersebut, Muzani menyoroti potensi besar Uzbekistan sebagai destinasi wisata religi yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh Indonesia. Uzbekistan memiliki warisan peradaban Islam yang kaya, termasuk makam Imam Bukhari, salah satu ulama hadis paling terkemuka di dunia. “Uzbekistan adalah salah satu pusat peradaban Islam yang sangat penting. Banyak tokoh besar lahir di sana, dan itu menjadi daya tarik spiritual bagi umat Islam Indonesia,” ujar Muzani dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.

Ia menambahkan, kerja sama ini tidak hanya akan menguntungkan sektor pariwisata, tetapi juga mempererat hubungan diplomatik dan keagamaan antara dua negara mayoritas muslim. Selama ini, arus wisatawan Indonesia ke Uzbekistan masih kalah dibanding ke Turki atau Arab Saudi, padahal biaya perjalanan dan nilai historisnya tidak kalah kompetitif.

Industri Halal Jadi Pilar Baru Hubungan Bilateral

Selain wisata religi, Muzani juga mendorong pengembangan industri halal sebagai pilar baru kerja sama ekonomi. Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia memiliki kapasitas produksi dan sertifikasi halal yang diakui global. Sementara Uzbekistan tengah membangun ekosistem halal dari hulu ke hilir. “Kita bisa saling melengkapi. Indonesia punya pengalaman dalam sertifikasi halal dan industri makanan-minuman halal. Uzbekistan punya pasar dan sumber daya yang besar,” jelas politikus Partai Gerindra itu.

Kerja sama ini mencakup potensi pertukaran teknologi pengolahan pangan halal, pengembangan standar sertifikasi bersama, hingga promosi produk halal Indonesia di pasar Asia Tengah. Pertemuan ini menjadi langkah awal yang akan ditindaklanjuti dengan pertemuan teknis antar kementerian terkait.

Langkah Diplomatik yang Tepat di Tengah Persaingan Global

Langkah Muzani ini dinilai tepat di tengah meningkatnya persaingan global untuk merebut pasar industri halal yang diperkirakan mencapai triliunan dolar. Uzbekistan, yang berada di kawasan Asia Tengah, menjadi gerbang strategis bagi produk Indonesia untuk masuk ke pasar Rusia, Kaukasus, dan Eropa Timur. Dengan populasi lebih dari 35 juta jiwa dan pertumbuhan ekonomi yang stabil, Uzbekistan menawarkan pasar yang menjanjikan.

Ketua Senat Oliv Majelis Republik Uzbekistan, Tanzila Narbaeva, menyambut baik inisiatif ini dan berjanji akan membahasnya lebih lanjut dengan kementerian terkait di negaranya. Pertemuan ini menjadi salah satu agenda bilateral yang dihasilkan di sela-sela forum parlemen internasional yang dihadiri delegasi dari puluhan negara.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top