BIMA — Antusiasme warga Bima terhadap perayaan Hari Jadi Kabupaten Bima (HJB) ke-386 tahun ini melampaui ekspektasi. Kepala Bagian Prokopim Kabupaten Bima, Suryadin, mengonfirmasi bahwa total peserta Pawai Rimpu yang berpusat di halaman Kantor Bupati Bima diperkirakan mencapai 15.000 hingga 20.000 orang.
“Peserta dari kelompok kecil mencapai 200 orang. Kelompok besar bahkan sampai 500 orang,” ujar Yan, sapaan akrabnya, pada NTBSatu, Senin, 29 Juni 2026.
Lonjakan Peserta Melampaui Prediksi Awal
Yan menjelaskan, seluruh elemen daerah turut ambil bagian dalam perayaan ini. Kehadiran massa dari berbagai kecamatan hingga pelosok desa menjadi bukti nyata partisipasi masyarakat.
“Totalnya bisa berkisar antara 15.000 hingga 20.000 orang jika melihat kondisi saat ini,” ungkapnya.
Semua Unsur Daerah Turun Tangan
Pawai Rimpu tidak hanya melibatkan jajaran pemerintah daerah. Instansi vertikal seperti TNI dan Polri turut mengamankan dan meramaikan jalannya acara. Organisasi lain, termasuk MBG, juga ikut berpartisipasi.
“Keterlibatan semua unsur sangat nampak hari ini. Ada rekan-rekan dari TNI, Polri, organisasi lain seperti MBG, dan masih banyak lagi,” tambah Yan.
Dunia Pendidikan dan Camat Ikut Meriahkan
Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima menurunkan seluruh komponen sekolah. Mulai dari tenaga pendidik, guru, tenaga kependidikan, hingga siswa SD dan SMP. Seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah koordinasi camat dan organisasi perangkat daerah (OPD) juga hadir penuh.
“Tenaga pendidik seperti guru dan tenaga kependidikan bagian administrasi hadir semua. Peserta dari SD, SMP, hingga UPT di bawah koordinasi Camat dan OPD turut penuh,” jelasnya.
Festival Tiga Hari: Kado Budaya dan UMKM
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima telah menyiapkan rangkaian acara festival yang berlangsung hingga Rabu, 1 Mei 2026 mendatang. Pemkab berharap antusiasme masyarakat terus meningkat, karena festival mengikutsertakan komunitas budaya dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari seluruh wilayah Bima.
Menurut Yan, partisipasi warga dari pelosok desa menjadi kado terindah bagi HJB ke-386. “Kehadiran massa dari pelosok desa merupakan wujud andil nyata masyarakat,” pungkasnya.