45 Mahasiswa Teknik Pengairan Universitas Brawijaya Mulai KKN di Tiga Desa Lombok Utara, Fokus pada Pengelolaan Air Rumah Tangga

Penulis: Wendra Kusuma  •  Senin, 29 Juni 2026 | 21:42:31 WIB
Bupati Lombok Utara melepas 45 mahasiswa Teknik Pengairan Universitas Brawijaya untuk KKN di tiga desa.

MATARAM — Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar melepas para mahasiswa menuju lokasi KKN di Desa Sama Guna dan Desa Medana, Kecamatan Tanjung, serta Desa Bentek, Kecamatan Gangga pada Senin (29/6/2026). Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Universitas Brawijaya yang memilih Lombok Utara sebagai lokasi pengabdian masyarakat.

Bukan Infrastruktur Besar, Melainkan Edukasi Mikro

Najmul menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan bukan pada pembangunan infrastruktur berskala besar. Sebaliknya, program ini dirancang untuk pendampingan di tingkat rumah tangga.

“Ini lebih kepada skala mikro, seperti pengelolaan air rumah tangga dan edukasi kepada masyarakat,” katanya.

Bupati menegaskan, persoalan air bersih di kawasan Gili yang bersifat regional tidak menjadi sasaran program KKN kali ini karena membutuhkan penanganan dalam skala yang lebih besar.

Tiga Desa dengan Tantangan Pengelolaan Air

Dosen Pendamping KKN Universitas Brawijaya, Dr. Ir. Sumiadi, ST., MT., mengungkapkan bahwa tiga desa sasaran dipilih karena memiliki tantangan spesifik dalam pengelolaan sumber daya air. Mahasiswa akan melakukan asesmen lapangan, merancang solusi, dan mendampingi implementasi yang sesuai dengan kondisi lokal.

“Mahasiswa akan bekerja berdampingan dengan warga mulai dari melakukan asesmen lapangan, merancang solusi hingga mendampingi implementasi yang sesuai dengan kondisi lokal,” jelasnya.

Selain aspek teknis pengairan, program yang dijalankan meliputi edukasi pengolahan sampah organik menjadi kompos. Para mahasiswa juga akan melaksanakan kegiatan sosial seperti Kelas Inspiratif, Kelas Sehat, serta sosialisasi pencegahan pernikahan dini.

Mahasiswa dari 25 Daerah, Targetkan Dampak yang Bertahan

Sumiadi menambahkan, peserta KKN berasal dari lebih dari 25 kabupaten dan kota di Indonesia, mulai dari Aceh, Lampung, Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga Nusa Tenggara. Keberagaman latar belakang ini diharapkan melahirkan perspektif dan inovasi dalam menyelesaikan persoalan di desa.

“Para mahasiswa datang bukan hanya untuk mengerjakan program, tetapi untuk meninggalkan sesuatu yang bertahan,” tuturnya.

Najmul berharap para mahasiswa mampu membangun hubungan baik dengan masyarakat dan menjadi teladan. “Kami berharap mereka bisa memberikan contoh-contoh yang baik kepada masyarakat dan mampu bergaul dengan baik. Masyarakat Lombok Utara ini mudah menerima hal-hal positif,” ujarnya.

Program KKN dijadwalkan berlangsung mulai 30 Juni hingga 20 Juli 2026.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: kicknews.today This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top