SUMBAWA BESAR — Tiga ikon sejarah Kesultanan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat bakal kembali bersolek. Kementerian Kebudayaan (Kemenkebud) RI memastikan akan merevitalisasi Istana Dalam Loka, Istana Bala Putih, dan Istana Bala Kuning dalam waktu dekat.
Direktur Warisan Budaya Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kemenkebud RI, Dr. Agus Widiatmoko, mengatakan seluruh proses revitalisasi akan mengedepankan prinsip konservasi. “Keaslian bangunan harus tetap terjaga agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” ucapnya.
Dari tiga bangunan yang masuk daftar, Istana Dalam Loka disebut menjadi prioritas awal. Agus menegaskan pemugaran tidak akan mengubah bentuk asli maupun karakter arsitektur bangunan. “Revitalisasi Istana Dalam Loka akan dilakukan tanpa mengubah bentuk asli bangunan. Nilai sejarah, karakter arsitektur, dan keasliannya harus tetap terjaga,” jelasnya.
Pemerintah juga berkomitmen menyerap seluruh masukan dari Kesultanan Sumbawa. Hal ini untuk memastikan proses restorasi tidak menghilangkan nilai historis yang melekat pada setiap sudut bangunan.
Sultan Muhammad Kaharuddin IV menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap cagar budaya di Sumbawa. Ia berharap keaslian bangunan tetap menjadi prioritas utama. “Kami berharap apa pun yang dilakukan nantinya, tidak mengubah bentuk asli bangunan, karena keaslian merupakan nilai sejarah yang harus terus dijaga,” ucapnya.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, menambahkan revitalisasi tiga istana ini membuka peluang besar bagi sektor pariwisata berbasis sejarah. “Revitalisasi bangunan bersejarah tidak hanya bertujuan melestarikan warisan budaya, tetapi juga membuka peluang pengembangan sektor pariwisata berbasis sejarah yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Menurut Bupati Jarot, Istana Bala Putih, Istana Dalam Loka, dan Istana Bala Kuning merupakan simbol perjalanan panjang Kesultanan Sumbawa. Ketiganya memiliki arti penting dalam sejarah dan kebudayaan daerah, sehingga perlu penanganan berkelanjutan. “Masukan serta pandangan diharapkan bisa disampaikan sebagai bagian dari upaya dalam memastikan pelestarian cagar budaya berjalan sesuai prinsip konservasi,” tambahnya.
Pemkab Sumbawa berharap tiga istana ini bisa menjadi destinasi budaya unggulan daerah. “Sehingga mampu mendongkrak ekonomi masyarakat,” kata Bupati.