Pencarian

Ekonomi NTB Tumbuh Solid di Tengah Inflasi 3,55 Persen, Daya Beli Petani dan Pariwisata Menguat

Rabu, 01 Juli 2026 • 21:51:31 WIB
Ekonomi NTB Tumbuh Solid di Tengah Inflasi 3,55 Persen, Daya Beli Petani dan Pariwisata Menguat
Nilai Tukar Petani NTB naik menjadi 130,95, menunjukkan usaha tani yang makin menguntungkan.

MATARAM — Perekonomian Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menunjukkan geliat positif di tengah tekanan harga energi dan pangan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mencatat sejumlah indikator utama, mulai dari pariwisata hingga sektor pertanian, mengalami penguatan pada Juni 2026. Inflasi tahunan yang tercatat sebesar 3,55 persen dinilai belum mengganggu laju sektor produktif daerah.

Inflasi Juni 2026: Dipicu BBM dan Harga Pangan

BPS mencatat inflasi bulanan NTB pada Juni 2026 sebesar 0,37 persen, sementara inflasi tahun kalender mencapai 2,12 persen. Kepala BPS NTB, Wahyudin, menjelaskan bahwa tekanan inflasi bulan lalu terutama dipicu oleh penyesuaian harga BBM non-subsidi, seperti Pertamax dan Pertamax Turbo, yang berdampak pada kenaikan tarif angkutan udara.

“Selain itu, kenaikan harga bawang merah, bawang putih, cumi-cumi, dan kubis juga turut memberikan andil terhadap inflasi,” ujar Wahyudin saat menyampaikan BRS di Mataram. Namun, tekanan ini berhasil diredam oleh penurunan harga cabai rawit, daging ayam ras, dan emas perhiasan seiring meningkatnya pasokan hasil panen di sejumlah daerah.

Nilai Tukar Petani Tembus 130,95: Usaha Tani Makin Untung

Di sektor pertanian, kabar baik datang dari Nilai Tukar Petani (NTP) NTB yang naik 0,39 persen menjadi 130,95 pada Juni 2026. Angka ini menunjukkan bahwa kenaikan harga hasil pertanian yang diterima petani masih lebih tinggi dibandingkan biaya produksi dan kebutuhan rumah tangga.

Menurut Wahyudin, kenaikan NTP ditopang oleh subsektor tanaman pangan dan hortikultura, dengan harga gabah, jagung, tomat, kacang tanah, dan bawang putih yang meningkat. Empat subsektor utama—tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan perikanan—mencatatkan NTP di atas angka 100, mencerminkan kondisi usaha tani yang menguntungkan.

Pariwisata Menggeliat: Libur Panjang dan Event Internasional Dorong Hunian Hotel

Sektor pariwisata NTB juga menunjukkan pemulihan yang signifikan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Mei 2026 mencapai 41,07 persen, naik 5,01 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah wisatawan nusantara yang berkunjung mencapai 1.332.393 orang, meningkat 10,49 persen dari April 2026 dan 13,20 persen dibandingkan Mei tahun lalu.

Wahyudin mengaitkan lonjakan ini dengan momentum libur panjang serta penyelenggaraan agenda internasional seperti GT World Challenge Asia di Sirkuit Mandalika dan Rinjani 100 Ultra 2026 di Sembalun. “Berbagai kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap tingkat hunian hotel, transportasi, hingga aktivitas ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Mobilitas Masyarakat dan Ekspor: Penumpang Laut Naik 15 Persen, Ekspor Tembus US$ 1,27 Miliar

Mobilitas masyarakat NTB juga meningkat. Jumlah penumpang angkutan laut pada Mei 2026 naik lebih dari 15 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, penumpang penerbangan domestik yang tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid meningkat 4,23 persen.

Di sektor perdagangan, nilai ekspor NTB periode Januari–Mei 2026 mencapai US$ 1,27 miliar, melonjak 1.045,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Komoditas utama masih didominasi tembaga, ikan dan udang, serta perhiasan dengan tujuan utama Tiongkok, Thailand, dan Amerika Serikat. Meskipun nilai ekspor bulanan Mei 2026 menurun akibat berkurangnya ekspor tembaga hasil smelter dan mutiara mentah, secara kumulatif kinerja ekspor tetap menjadi penopang utama perekonomian daerah.

Bagikan
Sumber: mataramradio.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks