Sopir Calya Anarkis di Sunter Rusak Mobil MINI Countryman gegara Tak Diberi Jalan, Polisi Sudah Amankan

Penulis: Valdi Pratama  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:52:01 WIB
Sopir Toyota Calya di Sunter merusak mobil MINI Countryman karena perselisihan di jalan.

NUSA TENGGARA BARAT — Video aksi seorang pengemudi Toyota Calya yang merusak mobil MINI Countryman di kawasan Sunter viral di media sosial. Insiden yang terjadi pada pekan lalu ini bermula dari persoalan yang sangat sepele: soal prioritas di tikungan.

Kronologi Singkat dari Rekaman Dashcam

Berdasarkan keterangan yang diunggah akun dashcam_owners_indonesia, kejadian bermula saat mobil Calya mencoba menyelip di tikungan. Karena korban merasa berada di jalur yang benar, ia tetap melaju. Calya yang kesal lantas memacu kendaraannya, memotong dari depan, dan mengerem mendadak.

Pengemudi Calya kemudian turun dan menuduh korban menabraknya—padahal tidak ada penyok atau lecet di kedua mobil. Emosi pelaku memuncak. Ia memecahkan kaca depan, menghancurkan spion, dan membengkokkan wiper MINI Countryman. Dalam video lain, ia bahkan sempat nemplok di kap mobil sambil memaksa korban keluar.

Motif Emosi Sesaat dan Ancaman Hukuman

Polisi dari Subdit Resmob Polda Metro Jaya bergerak cepat. Pelaku kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. "Motif pengrusakan tersebut murni karena emosi sesaat di jalan. Tersangka mengaku kesal karena merasa tidak diberi jalan oleh korban," demikian pernyataan resmi dari akun Instagram resmob_pmj.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 521 KUHP jo UU No. 1 Tahun 2023 tentang pengrusakan. Ia terancam pidana penjara maksimal 2 tahun 6 bulan. Fakta lain yang memberatkan: mobil Calya yang dikemudikan pelaku ternyata plat nomornya ditutupi sebagian saat kejadian.

Pakar Keselamatan: Bukan Sekadar "Emosi Sesaat"

Pakar keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menilai kasus ini bukan insiden biasa. Menurutnya, sudah banyak pengemudi yang tidak paham esensi berkendara. "Ada yang niatnya asal sampai, ada yang males-malesan, ada yang fokus dan ada yang bermasalah dan cari pelampiasan lawan di jalan," ujar Sony kepada detikOto, Jumat (10/7/2026).

Ia menambahkan, pengemudi tipe terakhir sangat berbahaya karena perilakunya tidak bisa ditebak. "Mereka mulai beraksi ketika sudah terdistraksi dan itu dimulai dari bermacam-macam kondisi yang tidak berkenan di dirinya," sambung Sony. Sony juga menyoroti lemahnya efek jera karena kasus serupa sering berakhir damai.

Yang Harus Dilakukan Saat Bertemu Pengemudi Arogan

Sony menyarankan langkah paling aman bagi pengendara yang menghadapi pengemudi agresif di jalan: mengalah. "Jangan diladeni. Hindari kontak fisik dan jangan turun dari mobil. Rekam semuanya dengan dashcam sebagai barang bukti," tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa aksi anarkis di jalan raya bisa meningkat. "Bayangkan 1-2 tahun ke depan mungkin nggak main fisik aja tapi sudah pakai sajam atau senpi. Penegakan hukum harus tegas, jangan cuma berdamai," urai Sony. Kasus di Sunter ini menjadi pengingat bahwa emosi di balik kemudi bisa berakibat pidana dan kerugian material yang tidak sedikit.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top