LOMBOK TENGAH — Gelaran Pocari Sweat Run Lombok 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit membawa berkah bagi pelaku pariwisata NTB. Dari total 9.200 peserta, hanya sekitar 28 persen yang merupakan warga Lombok, sementara sisanya datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati, menyebut angka partisipasi dari luar daerah menjadi indikator keberhasilan sport tourism. "Total hari ini dan besok ada sekitar 9.200 pelari. Hanya 28 persen dari Lombok, artinya lebih dari 70 persen berasal dari luar Lombok. Kami berharap sport tourism ini benar-benar membawa manfaat bagi Lombok," kata Wina, Sabtu (11/7).
Okupansi Hotel Penuh, Bazar Makanan Disiapkan
Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Warokka, mengonfirmasi tingkat okupansi hotel di kawasan The Mandalika mencapai 100 persen selama event berlangsung. Lonjakan permintaan akomodasi ini terjadi sejak sehari sebelum perlombaan.
Untuk menyerap lebih banyak pengeluaran peserta, ITDC menghadirkan Mandalika Street Food Festival di Bazar Mandalika. Selain itu, kawasan ini kini dilengkapi tiga lapangan padel dan satu lapangan basket untuk memperkuat ekosistem olahraga.
"Pergerakan ekonomi cukup signifikan. Akomodasi penuh dan kami terus memperkuat kawasan dengan berbagai fasilitas olahraga agar aktivitas sport tourism semakin terintegrasi," ujar Troy.
Gubernur NTB Targetkan Event Kelas Dunia
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, menilai Pocari Sweat Run 2026 menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi sport tourism. Event lari ini melengkapi kalender pariwisata NTB yang sudah diisi MotoGP pada Oktober mendatang.
Iqbal berharap ajang ini terus berkembang hingga mampu menarik peserta mancanegara. "Kita berharap ini menjadi world class marathon sehingga semakin banyak peserta asing datang ke Mandalika. Ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem sport tourism di NTB," tutupnya.
Para peserta tidak hanya berlari, tetapi juga berpotensi mengunjungi destinasi wisata di Pulau Lombok. Kehadiran ribuan pelari dari luar daerah diharapkan memberi efek berganda bagi pelaku usaha pariwisata lokal, mulai dari hotel, restoran, hingga UMKM di sekitar Mandalika.