Setelah 111 Tahun, Balai Yasa Pulubrayan KAI Sumut Rampungkan Perawatan 129 Armada di Semester I 2026

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 12:55:31 WIB
Balai Yasa Pulubrayan rampungkan perawatan 129 armada kereta api di Sumut pada semester I 2026.

NUSA TENGGARA BARAT — Balai Yasa Pulubrayan, bengkel pusat perkeretaapian yang telah beroperasi sejak 1915 atau kini genap berusia 111 tahun, kembali menunjukkan perannya sebagai tulang punggung keandalan sarana di Sumatera Utara. Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, fasilitas yang dibangun sejak zaman Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) itu sukses merampungkan perawatan berkala tingkat besar terhadap puluhan armada.

Rincian Perawatan: Lokomotif hingga Gerbong Barang

Manager Humas KAI Divisi Regional I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, merinci bahwa perawatan tersebut mencakup lima unit lokomotif, 18 kereta penumpang, 102 gerbong barang, tiga kereta pembangkit, serta satu unit peralatan khusus. "Pencapaian ini menjadi bukti dedikasi Balai Yasa dalam menjaga kelaikan dan keandalan armada perkeretaapian," ujar Anwar di Medan, Jumat.

Proses perawatan di bengkel pusat ini berbeda dengan depo sarana seperti Depo Lokomotif Medan atau Depo Kereta dan Gerbong Pulubrayan yang hanya menangani perawatan ringan harian dan bulanan. Di Balai Yasa Pulubrayan, armada menjalani perawatan berat atau overhaul yang terjadwal secara berkala setelah beroperasi dalam kurun waktu 24 bulan, 36 bulan, 48 bulan, hingga 72 bulan.

Dampak Langsung: Penumpang Tumbuh 5 Persen, Logistik Naik 8 Persen

Hasil perawatan ini berdampak langsung pada kinerja operasional. Dengan armada yang selalu siap operasi, tingkat keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan dapat terjaga. Selama Semester I 2026, KAI Divre I Sumatera Utara melayani 1.391.120 pelanggan angkutan penumpang, tumbuh 5 persen dibanding tahun lalu.

Di sektor logistik, volume angkutan barang menembus 387.895 ton, meningkat 8 persen dibanding Semester I 2025. Anwar menambahkan, "Balai Yasa Pulubrayan berperan sebagai penjaga urat nadi keandalan sarana kereta api di Sumatera Utara."

Lebih dari Sekadar Bengkel: Rekayasa Teknik Khusus

Tidak hanya melakukan perawatan rutin, Balai Yasa Pulubrayan juga mampu melakukan rekayasa teknik yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional di lapangan. "Dengan dukungan peralatan yang lebih lengkap, di Balai Yasa juga dimungkinkan untuk dilakukan rekayasa teknik," kata Anwar.

Sebagai satu-satunya fasilitas bengkel sarana perkeretaapian di wilayah tersebut, peran strategis Balai Yasa Pulubrayan diproyeksikan akan terus meningkat. Hal ini seiring dengan bertumbuhnya minat masyarakat Sumut menggunakan moda transportasi kereta api, yang berimplikasi pada bertambahnya jumlah armada yang beroperasi di lintas.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top