MATARAM — BMKG Stasiun Meteorologi NTB meminta masyarakat pesisir dan pengguna jasa pelayaran meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang laut setinggi 6 meter yang mengintai Selat Lombok bagian selatan. Kondisi ini dipicu oleh kecepatan angin maksimum yang mencapai 37 kilometer per jam, dengan arah dominan dari timur hingga selatan.
Prakirawan BMKG NTB Andre Jersey menyebutkan, gelombang tinggi tidak hanya terjadi di Selat Lombok. Sejumlah perairan lain di NTB juga masuk zona waspada dengan ketinggian gelombang 2,5 hingga 4 meter.
Wilayah itu meliputi Selat Alas bagian utara dan selatan, perairan selatan Sumbawa, serta Samudra Hindia sebelah selatan NTB. Sementara itu, gelombang rendah setinggi 0,5 hingga 1,25 meter diprakirakan terjadi di Selat Lombok bagian utara, perairan utara Sumbawa, serta Selat Sape bagian utara dan selatan.
BMKG merinci tingkat risiko berdasarkan jenis kapal. Perahu nelayan sudah dalam kondisi berbahaya jika kecepatan angin melebihi 15 knot dan gelombang di atas 1,25 meter. Kapal tongkang berisiko pada gelombang di atas 1,5 meter, sementara kapal feri harus waspada jika gelombang mencapai 2,5 meter.
"Kami imbau masyarakat agar selalu waspada terutama bagi mereka yang beraktivitas di sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi," kata Andre Jersey dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa (14/7/2026).
Untuk kapal besar seperti kapal pesiar dan kapal kargo, risiko meningkat signifikan ketika gelombang laut berada di atas 4 meter—angka yang sudah terlampaui di sejumlah titik perairan selatan NTB hari ini.
Meski gelombang tinggi mengancam, BMKG memprakirakan kondisi cuaca secara umum cerah hingga berawan dengan suhu udara berkisar 19 hingga 33 derajat Celcius. Kelembapan udara berada di rentang 40 hingga 98 persen.
Peringatan ini berlaku terutama bagi aktivitas pelayaran di Selat Lombok bagian selatan, perairan selatan Pulau Lombok, Selat Alas bagian selatan, serta perairan utara dan selatan Pulau Sumbawa. BMKG mengingatkan agar nelayan tradisional menunda pelayaran hingga kondisi angin dan gelombang kembali normal.