Rupiah Menguat 0,46% ke Rp 17.814, Data Tenaga Kerja AS Pangkas Spekulasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Penulis: Valdi Pratama  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 10:41:31 WIB
Rupiah menguat 0,46% ke level Rp 17.814 per dolar AS, mengikuti data tenaga kerja AS yang meredam spekulasi kenaikan suku bunga The Fed.

NUSA TENGGARA BARAT — Penguatan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang bervariasi. Berdasarkan data Bloomberg, ringgit Malaysia menguat 0,07%, peso Filipina naik 0,26%, dan baht Thailand terapresiasi 0,18%. Sebaliknya, yen Jepang melemah 0,33%, won Korea Selatan terdepresiasi 0,57%, dan dolar Singapura turun 0,09%.

NFP Juli Anjlok 23.000, Pasar Nilai The Fed Tunda Pengetatan

Chief Analyst Doo Financial Future, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah merupakan respons langsung atas data pekerjaan AS yang dirilis Jumat (7/8/2026). Angka NFP yang jauh di bawah ekspektasi menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed.

"Data tersebut memicu menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh the Fed," kata Lukman kepada Investortrust.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, mencatat NFP secara tak terduga turun 23.000 pada Juli.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: investortrust.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top