NUSA TENGGARA BARAT — Kompetisi ini bukan sekadar ajang adu keterampilan antar siswa. PAMA sengaja merancang tiga kategori lomba—Safety Talk Competition, Safety Poster Campaign, dan Safety Quiz Battle—untuk menguji pemahaman sekaligus kreativitas siswa dalam menyikapi isu keselamatan kerja.
Direktur PAMA, Abdul Nasir Maksum, menegaskan bahwa nilai keselamatan adalah fondasi utama perusahaan. "Kami ingin mengajak siswa, guru, dan sekolah agar memiliki kesadaran terhadap keselamatan. Ketika nanti mereka kuliah maupun bekerja, mereka sudah memiliki mindset bahwa keselamatan, kesehatan, dan kepedulian terhadap lingkungan adalah prioritas," ujarnya di lokasi acara.
Ia menambahkan, membekali generasi muda dengan budaya safety adalah bentuk investasi paling efektif. Jika kelak mereka bergabung dengan PAMA atau perusahaan lain, mereka tidak perlu lagi diubah pola pikirnya—mereka sudah membawa kebiasaan baik tersebut sejak bangku sekolah.
Dari Tuban Menyebar ke Seluruh Area Operasi
SMKN 3 Tuban bukan sekolah pertama yang menjadi binaan PAMA. Program PAMA Safe School sendiri telah berjalan sekitar dua tahun dengan menjadikan sekolah ini sebagai percontohan. Kini, model serupa telah direplikasi di 60–70 persen dari sekitar 20 area operasional PAMA yang tersebar di seluruh Indonesia.
Kepala SMKN 3 Tuban, Sholahuddin, menyebut budaya keselamatan memang sudah menjadi identitas sekolahnya. Dukungan PAMA selama dua tahun terakhir membuat pengembangan K3LH di sekolahnya semakin terarah—mulai dari pembinaan hingga inovasi lingkungan seperti gerobak sampah bertenaga listrik dan program pengolahan kompos yang dikelola siswa.
Berkat kerja keras tersebut, sekolah ini berhasil meraih predikat Adiwiyata Mandiri dan kini tengah mempersiapkan diri menuju Adiwiyata ASEAN. Bahkan, SMKN 3 Tuban telah dua kali menjadi lokasi benchmarking bagi sekolah-sekolah binaan PAMA dari Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi untuk berbagi praktik baik pengelolaan budaya keselamatan.
Dua Pekan Berlatih, Siswi Ini Raih Juara 1
Rondiah Indah Juwita, siswi kelas XI Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan program ini. Ia berhasil meraih Juara 1 Safety Talk Competition setelah menjalani persiapan intensif selama dua pekan.
"Saya senang sekali dan benar-benar tidak menyangka bisa meraih Juara 1. Kami berlatih setiap hari agar penyampaian materi lebih lancar dan benar-benar memahami materi yang akan disampaikan," kata Juwita.
Ia juga mengapresiasi kontribusi PAMA terhadap sekolahnya. Menurutnya, kolaborasi dengan perusahaan tambang tersebut telah banyak membantu sekolah, baik melalui program pembinaan maupun kegiatan kompetisi seperti hari ini.
Ke depan, PAMA berkomitmen menjaga konsistensi program ini. "Kami akan menjaga program ini secara konsisten. Harapannya semua memiliki pola pikir yang sama mengenai pentingnya keselamatan, kesehatan, dan menjaga lingkungan hidup," tutup Abdul Nasir. Dengan pendekatan yang menyentuh dunia pendidikan, PAMA berharap budaya K3LH tidak hanya tumbuh di lingkungan industri, tetapi menjadi karakter generasi muda Indonesia sejak dini.