SUMBAWA — Tujuh unit armada tangki air dari lintas instansi disiagakan untuk menghadapi ancaman kekeringan yang diprediksi lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya. Armada tersebut merupakan hasil kolaborasi BPBD Kabupaten Sumbawa dengan Polres Sumbawa, Kodim 1607, Balai Wilayah Sungai (BWS), PMI, hingga Bank NTB.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, ST., menyatakan penanganan kekeringan tidak bisa dilakukan sendiri. "Hampir setiap tahun wilayah tersebut mengalami kekeringan, sehingga pendistribusian air bersih harus dilakukan secara rutin. Penanganan ini tidak bisa kami lakukan sendiri, butuh kolaborasi semua pihak," tegasnya, Jumat (31/07/2026).
Dropping Perdana 30 Tangki Air Selama Sebulan
PMI Kabupaten Sumbawa telah merampungkan pendataan dan jadwal pendistribusian. Program bantuan dari PMI Pusat akan menyalurkan sekitar 30 tangki air selama satu bulan, dimulai besok.
Wilayah prioritas meliputi Desa Hijrah, Kukin, Baru, Lenangguar, dan Batu Tering. Sejumlah daerah rawan lain yang masuk daftar terdampak juga akan menerima pasokan secara bertahap.
10 Titik Sumur Bor Diusulkan ke BNPB untuk Kawasan Padat Penduduk
BPBD Kabupaten Sumbawa telah mengajukan permohonan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pembangunan 10 titik sumur bor.
Titik-titik tersebut diprioritaskan di kawasan permukiman padat penduduk yang paling rentan mengalami kelangkaan air bersih. Keberadaan sumur bor diharapkan mengurangi ketergantungan warga pada pasokan tangki air.
Pembagian Armada: 2 Tangki BPBD dan 1 Unit dari Polres, TNI, BWS, PMI, Bank NTB
Rapat koordinasi lintas sektor yang digelar BPBD menghasilkan kesepakatan pembagian tugas distribusi air. BPBD menyiapkan dua unit tangki, sementara Polres Sumbawa, TNI, BWS, PMI, dan Bank NTB masing-masing menyiapkan satu unit.
Unsur TNI/Polri dan perbankan daerah dilibatkan untuk memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke pelosok desa.
Imbauan Hemat Air untuk Warga di 24 Desa Rawan
BPBD mengimbau masyarakat di daerah rawan kekeringan mulai menerapkan pola hidup hemat air. Warga yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih diminta segera melaporkan ke pihak berwenang.
"Kami berharap koordinasi ini dapat berjalan efektif sehingga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi meski menghadapi tantangan kekeringan yang diprediksi lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya," pungkas Nurhidayat.