NUSA TENGGARA BARAT — Laporan terbaru yang diajukan ke Komisi Sekuritas Amerika Serikat (SEC) mengungkap strategi ekspansi Nvidia. Perusahaan tidak hanya fokus pada penjualan GPU, tetapi juga gencar menanamkan modal di berbagai perusahaan teknologi. Dari semikonduktor, antariksa, hingga infrastruktur cloud, portofolio investasi Nvidia kini tersebar luas dan bernilai fantastis.
Kepemilikan saham Nvidia di Intel menjadi sorotan utama. Tahun lalu, Nvidia membeli saham Intel senilai USD 5 miliar sebagai bagian dari kemitraan infrastruktur AI. Kini, nilai investasi tersebut meroket menjadi USD 24,9 miliar.
Kemitraan ini bukan sekadar investasi finansial. Kedua perusahaan dikabarkan tengah menggarap system-on-chip (SoC) Intel x86 RTX untuk PC yang memadukan prosesor Intel dengan grafis Nvidia. Selain itu, ada rencana pembuatan prosesor x86 khusus untuk data center Nvidia. Suntikan dana ini menjadi napas segar bagi Intel di tengah masa sulitnya.
Nvidia juga melaporkan kepemilikan saham senilai USD 20,9 miliar di SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk. Investasi ini sejalan dengan ambisi AI perusahaan tersebut. xAI, yang berafiliasi dengan SpaceX, telah berkomitmen menggunakan hardware Nvidia secara eksklusif untuk data center AI mereka, baik di Bumi maupun di orbit.
Di sektor telekomunikasi, Nvidia menginvestasikan USD 1 miliar di Nokia pada Oktober lalu untuk mendukung pengembangan jaringan AI-RAN dan transisi menuju konektivitas 6G. Nilai saham Nokia milik Nvidia kini telah meroket menjadi USD 2,2 miliar.
Di tengah gencarnya ekspansi, Nvidia terpantau melepas seluruh 1,1 juta lembar sahamnya di Arm yang sempat bernilai USD 178 juta. Meski demikian, perusahaan diyakini akan tetap melanjutkan proyek pengembangan CPU berbasis arsitektur Arm.
Nvidia juga menambah porsi kepemilikannya di penyedia cloud CoreWeave dari 24,2 juta lembar menjadi 47,2 juta lembar, yang kini bernilai USD 4,6 miliar. Langkah ini mengindikasikan Nvidia memborong lebih banyak saham saat harga CoreWeave sedang terkoreksi.
Selain itu, Nvidia menanamkan dana segar USD 2 miliar ke Coherent, produsen material optik dan semikonduktor. Komponen dari Coherent diproyeksikan akan menyuplai kebutuhan data center Nvidia yang menggunakan teknologi co-packaged optics untuk mempercepat transfer data antar prosesor.
Manuver agresif ini didukung oleh kondisi kas Nvidia yang super tebal. Dengan pendapatan kuartalan yang sukses menembus angka USD 80 miliar dan laba bersih yang mendekati rekor, Nvidia memiliki modal besar untuk terus memperluas pengaruhnya di industri teknologi global.
Investasi di berbagai sektor ini menunjukkan strategi Nvidia untuk mengamankan rantai pasokan dan memperkuat ekosistemnya, bukan sekadar mencari keuntungan finansial jangka pendek.