NUSA TENGGARA BARAT — Museum yang menyimpan warisan seni abad ke-15 itu kehilangan tiga dari lima panel San Gregorio Polyptych yang dibuat pada 1473. Selain itu, para pelaku juga membawa kabur sebuah panel dua sisi yang menggambarkan Bunda Maria dan adegan Pietà.
Menurut laporan media setempat, kelima panel San Gregorio Polyptych sempat dilepas dari bingkainya oleh pencuri. Namun, dua panel tertinggal di lokasi sebelum pelaku melarikan diri. Polisi Carabinieri masih mengumpulkan barang bukti dan memburu jejak para pelaku.
Duka Mendalam bagi Kota Messina
Direktur MuMe, Marisa Mercurio, menyebut pencurian ini sebagai kehilangan besar bagi museum, kota Messina, dan dunia seni. Ia menegaskan bahwa karya-karya Antonello adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya kota tersebut.
Enzo Caruso, pejabat kebudayaan Messina, bahkan melontarkan pernyataan yang lebih tegas. Ia menyebut aksi pencurian ini sebagai sebuah bencana bagi kota yang memiliki keterikatan historis yang kuat dengan sang pelukis. Messina adalah tempat kelahiran Antonello, dan karyanya menjadi kebanggaan warga setempat.
Sulit Dijual di Pasar Resmi
Di tengah penyelidikan, para pakar kejahatan seni mengingatkan bahwa menjual karya sepopuler ini bukan perkara mudah. Lukisan-lukisan tersebut sangat mudah dikenali, sehingga hampir mustahil untuk dilego melalui pasar seni resmi.
Alih-alih, barang curian semacam ini berisiko tinggi berpindah tangan dari satu jaringan kriminal ke jaringan lainnya. Kondisi itu justru membuat proses pelacakan semakin rumit, sekaligus meningkatkan kemungkinan karya tersebut rusak atau hilang selamanya.
Gelombang Kejahatan Seni di Italia
Aksi pencurian di Messina ini terjadi hanya beberapa hari setelah polisi di Parma berhasil menemukan kembali tiga lukisan curian karya Renoir, Cézanne, dan Matisse. Nilai ketiga lukisan yang ditemukan itu diperkirakan mencapai 10 juta euro.
Dua insiden beruntun ini menjadi alarm bagi otoritas keamanan Italia. Museum-museum di berbagai kota kini dituntut memperketat sistem pengamanan, terutama saat libur panjang yang biasanya menjadi momen rawan bagi aksi kriminal berskala besar.
Museum MuMe sendiri ditutup sementara untuk kepentingan penyelidikan pada Minggu (16/8/2026). Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai identitas pelaku maupun keberadaan karya-karya yang dicuri.