MATARAM — Lonjakan penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di NTB tak lepas dari bertambahnya jumlah infrastruktur pengisian. Dalam setahun terakhir, jumlah SPKLU di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa bertambah dari 38 unit menjadi 51 unit pada tahun 2026. Hal ini diungkapkan langsung oleh General Manager PLN Wilayah NTB, Sri Heny Purwanti, usai sosialisasi dan edukasi penggunaan SPKLU di Kantor Gubernur NTB, Jumat.
Bagaimana Cara Menemukan SPKLU Terdekat?
PLN memastikan seluruh titik SPKLU yang tersebar hampir merata di kabupaten/kota di NTB dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Melalui aplikasi PLN Mobile, pengguna bisa melihat lokasi stasiun pengisian, jumlah kendaraan yang sedang mengantre, hingga memperkirakan waktu tunggu. "Jadi, kalau kepengin tahu lokasinya di mana saja, sudah tersedia aplikasi PLN Mobile," ujar Heny.
Empat Jenis Pengisian Daya untuk Mobil Listrik
Setiap SPKLU di NTB dilengkapi dengan dua nozel (konektor) pengisian. PLN menyediakan empat jenis pengisian daya (charging) untuk mobil listrik dengan durasi yang berbeda-beda. Berikut rinciannya:
- Standar charging (2-7 KW): membutuhkan waktu sekitar 8-12 jam.
- Medium charging (7-22 KW): membutuhkan waktu sekitar 3-5 jam.
- Fast charging (22-30 KW): membutuhkan waktu sekitar 1-2 jam.
- Ultra fast charging (30-60 KW): hanya membutuhkan waktu 15-30 menit.
Bisnis SPKLU: Modal Rp400-500 Juta untuk Mesin Ultra Fast
PLN tidak hanya membangun SPKLU secara mandiri, tetapi juga mendorong pihak swasta dan individu untuk ikut mendirikan stasiun pengisian. Heny menyebutkan bahwa investasi untuk satu unit mesin ultra fast charging berkisar antara Rp400 juta hingga Rp500 juta, tergantung lokasi. "Ini bisnis yang menguntungkan," katanya.
Rasio Ideal Pengisian: 1 SPKLU untuk 10 Kendaraan
Untuk menghindari antrean panjang, PLN menetapkan rasio ideal pengisian di satu SPKLU adalah 1:10 kendaraan. Heny menjelaskan bahwa rasio ini penting untuk menjaga kenyamanan pengguna. "Kenapa 1:10 biar menjaga kesabaran orang untuk mengantri dan pola antrian ini sudah diatur di aplikasi PLN Mobile," ujarnya.
Pemantauan Gangguan Lewat Aplikasi Robotik
PLN juga telah menyiapkan sistem pemantauan khusus untuk mengawasi kondisi SPKLU. Setiap informasi gangguan akan langsung disampaikan melalui aplikasi robotik, sehingga tim perbaikan dapat segera bergerak. "Kami juga sudah memiliki tim untuk melakukan perbaikan ketika terjadi kendala," pungkas Heny.