MATARAM — Akses permodalan bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) kini memiliki pintu baru. Bank NTB Syariah resmi meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus PMI, sebuah terobosan yang diharapkan mengubah ekosistem penempatan tenaga kerja di daerah itu.
Peluncuran program ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bank NTB Syariah dan PT Wirakaritas, perusahaan penyalur tenaga kerja. Hadir dalam acara tersebut Kepala Disnakertrans NTB Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., Direktur Utama Bank NTB Syariah Nazaruddin, serta Direktur Utama PT Wirakaritas Maria Molisia Layasa Giti.
Skema pembiayaan ini digadang-gadang menjadi jawaban atas tingginya biaya awal yang kerap memberatkan calon pekerja sebelum berangkat ke negara tujuan. Disnakertrans menilai kemudahan akses permodalan merupakan bagian integral dari ekosistem ketenagakerjaan yang sedang dibangun secara kolaboratif.
Disnakertrans: Ini 'Pecah Telur' Perluasan Kesempatan Kerja
Aidy Furqan menyambut baik inisiatif perbankan daerah tersebut. Menurutnya, program ini merupakan langkah progresif yang sejalan dengan tugas dinas untuk menciptakan masyarakat NTB yang terampil dan tangkas.
"Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi memiliki tugas untuk membuat NTB terampil dan tangkas. Hari ini Bank NTB Syariah menunjukkan progres yang luar biasa. Ini adalah 'pecah telur' bagi kita dalam perluasan kesempatan kerja melalui kemudahan akses permodalan," ujarnya di Bank NTB Syariah, Rabu (19/08/2026).
Lebih jauh, Disnakertrans juga mendorong pendekatan yang lebih humanis dalam penempatan pekerja. Salah satu usulan yang mengemuka adalah skema couple worker, di mana pasangan suami istri ditempatkan di lokasi yang sama namun dengan bidang pekerjaan berbeda. Tujuannya menjaga ketahanan ekonomi sekaligus keharmonisan keluarga selama bekerja di luar negeri.
Data PMI NTB Capai 13.000 Orang, Gubernur Siapkan Insentif Margin
Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, mengungkapkan bahwa hingga Juli 2026 jumlah PMI asal NTB telah mencapai lebih dari 13.000 orang. Angka ini menjadi alasan kuat bagi bank daerah untuk hadir memberikan solusi pembiayaan.
"Kami ingin membantu teman-teman PMI agar tidak terbebani biaya keberangkatan yang mahal. Ke depan, bahkan ada inisiatif dari Bapak Gubernur agar margin pembiayaan bisa ditanggung oleh pemerintah daerah, sehingga PMI cukup membayar pokoknya saja," terang Nazaruddin.
Inisiatif Gubernur NTB tersebut dinilai akan semakin meringankan beban calon pekerja. Jika terealisasi, PMI hanya perlu fokus membayar pokok pinjaman tanpa tambahan bunga yang memberatkan.
PT Wirakaritas: 80 Persen Tenaga Kerja Kami dari NTB
Direktur Utama PT Wirakaritas, Maria Molisia Layasa Giti, menegaskan komitmen perusahaannya dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja asal NTB. Pasalnya, pekerja asal provinsi ini mendominasi sekitar 80 persen dari total penempatan di perusahaannya.
"PMI adalah pahlawan devisa dan penggerak ekonomi. Kami tidak hanya ingin mengirim mereka bekerja, tetapi juga ingin bekerja sama dengan Bank NTB Syariah memberikan literasi ekonomi agar penghasilan yang dikirim dapat dikelola secara produktif, bukan hanya untuk konsumsi," tegas Maria.
Kerja sama ini tidak hanya berhenti pada pemberian pinjaman. PT Wirakaritas berencana menggandeng Bank NTB Syariah untuk memberikan pembekalan literasi keuangan bagi para calon pekerja, memastikan remitansi yang dikirim ke kampung halaman dapat dikelola dengan bijak.
Melalui integrasi program PolisTrans, dukungan pembiayaan syariah, dan komitmen perlindungan dari para mitra, Disnakertrans NTB optimistis ekosistem penempatan PMI akan semakin kuat dan transparan. Harapannya, pekerja migran asal NTB dapat berangkat dengan bermartabat dan pulang dengan sejahtera.