60 UMKM Mataram Digembleng Digital Marketing dan Desain Bros Tembolak, Disperindag Siapkan HAKI demi Naik Kelas

Penulis: Uki Damayanti  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:03:02 WIB
Sebanyak 60 pelaku UMKM di Kota Mataram mengikuti pelatihan digital marketing dan desain kerajinan mutiara yang digelar Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM setempat.

MATARAM — Sebanyak 60 pelaku UMKM di Kota Mataram mengikuti pelatihan digital marketing dan desain kerajinan mutiara pekan lalu. Kegiatan ini digelar Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM setempat. Dari total peserta, 35 orang fokus pada desain kerajinan mutiara, sementara 25 lainnya mendalami digital marketing.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Mataram, Jemmy Nelwan, menyebut pelatihan kerajinan mutiara difokuskan pada pembuatan bros bermotif tembolaq. Motif ini dipilih karena tembolaq merupakan salah satu ikon Kota Mataram.

Bros Tembolak Segera Didaftarkan HAKI

Pihaknya kini tengah mengurus pendaftaran Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk produk bros tembolaq ke Kementerian Hukum Provinsi NTB. Langkah ini diambil agar kerajinan tersebut diakui sebagai produk kriya asli Kota Mataram.

“Kita sedang mengurus HAKI di Kementerian Hukum Provinsi NTB,” terang Jemmy saat dikonfirmasi pada Rabu (19/8).

Peserta Dilatih Membuat Konten Menarik untuk Jangkau Pasar Lebih Luas

Dalam pelatihan digital marketing, para peserta diajarkan membuat konten menarik untuk mempromosikan produk olahan mereka. Materi ini dinilai penting agar produk UMKM mampu menarik minat pembeli di tengah persaingan usaha yang semakin dinamis.

Ketua Dekranasda Kota Mataram, Hj. Kinnastri Mohan Roliskana, menegaskan pemasaran digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dalam pengembangan usaha. Dengan pemasaran digital, produk UMKM Kota Mataram dapat menjangkau pasar lebih luas—dari tingkat lokal hingga nasional dan internasional.

Pengemasan Produk Jadi Pekerjaan Rumah Berikutnya

Jemmy mengakui tantangan berikutnya adalah pengemasan produk. Saat ini Kota Mataram belum memiliki alat untuk mengemas produk agar lebih menarik. Pihaknya akan berupaya meningkatkan anggaran untuk melatih pelaku usaha mengemas produk dan meminta bantuan alat dari pemerintah pusat.

“Untuk bantuan alatnya kita akan meminta bantuan dari pemerintah pusat,” katanya.

Mutiara Disiapkan Jadi Produk Ekonomi Kreatif Andalan

Kinnastri menambahkan, pelatihan kerajinan mutiara memiliki nilai strategis bagi Kota Mataram. Mutiara bukan sekadar komoditas, melainkan bagian dari identitas dan potensi ekonomi kreatif daerah. Keindahan mutiara dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kerajinan bernilai tambah tinggi dengan desain yang lebih kreatif dan modern.

Ia mendorong para perajin untuk menciptakan produk yang memiliki daya saing, seperti bros Sangkareang dan Bros Tembolak. Dengan demikian, mutiara tidak hanya dijual sebagai bahan baku atau perhiasan, tetapi dapat menjadi bagian dari produk kriya dan ekonomi kreatif yang membawa nama Kota Mataram semakin harum.

“Saya mendorong pelaku UMKM dan perajin tidak bekerja sendiri-sendiri. Mari kita bangun kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, perajin, komunitas, dunia pendidikan, perbankan, dan berbagai pihak lainnya,” demikian kata dia.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top