Tim Baznas NTB Bagikan Logistik Dapur Umum ke Warga Manggarai yang Belum Tersentuh Bantuan Usai Gempa

Penulis: Uki Damayanti  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:03:31 WIB
Tim Baznas NTB menyerahkan sebagian logistik dapur umum kepada warga Manggarai yang belum menerima bantuan pascagempa.

MANGARRAI — Keputusan spontan di tengah situasi darurat mengubah perjalanan distribusi logistik menjadi momen haru bagi warga terdampak gempa bumi NTT. Tim Baznas NTB yang tengah membawa kebutuhan untuk dapur umum memilih menyerahkan sebagian bantuan tersebut langsung kepada warga di sebuah perkampungan yang mengaku belum tersentuh bantuan sejak gempa terjadi.

Peristiwa itu bermula ketika rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Baznas NTB, Ustadz Zulkifli, baru saja selesai berbelanja kebutuhan logistik di pasar. Dalam perjalanan kembali menuju posko, kendaraan tim tiba-tiba dihentikan oleh sejumlah warga yang berada di perkampungan agak terpencil dari pusat penanganan bencana.

Warga Mengira Tim adalah Bagian dari Bantuan Pemerintah

Warga dengan santun menanyakan perihal bantuan yang dibawa tim. Mereka sempat mengira rombongan tersebut merupakan bagian dari tim bantuan pemerintah setempat yang tengah melakukan distribusi.

Dalam dialog singkat itu, warga menyampaikan keluhan bahwa hingga Senin (17/8), mereka belum menerima bantuan apa pun. Mereka pun berharap agar distribusi bantuan dapat menjangkau perkampungan yang lokasinya memang terpencil tersebut.

Setelah mengetahui bahwa rombongan tersebut adalah Tim Baznas NTB, warga kemudian menyampaikan kepada warga lainnya bahwa bantuan yang mereka lihat bukan berasal dari pemerintah setempat, melainkan dibawa oleh saudara mereka dari NTB. Ucapan terima kasih pun disampaikan dengan penuh rasa hormat.

Keputusan Spontan: Logistik Dialihkan untuk Warga

Mendengar langsung keluhan warga yang belum mendapatkan bantuan, Tim Baznas NTB mengambil keputusan untuk menurunkan sebagian logistik yang baru saja dibelanjakan di pasar. Logistik yang semula disiapkan untuk kebutuhan dapur umum itu kemudian diberikan langsung kepada warga di lokasi.

“Ini sebenarnya akan kami bawa ke dapur umum dan nantinya juga akan dibagikan kepada masyarakat. Tapi kalau di sini Bapak dan Ibu belum mendapat bantuan, tidak apa-apa kami turunkan dan berikan sekarang. Ini juga memang untuk masyarakat,” kata Ustadz Zulkifli kepada warga.

Haru Warga: “Kami Diperhatikan Saudara dari NTB”

Keputusan sederhana itu sontak mengubah suasana. Warga yang sebelumnya hanya berharap agar bantuan dapat menjangkau kampung mereka, justru menerima bantuan secara langsung di hadapan mereka. Rasa haru tidak dapat disembunyikan.

“Terima kasih, Bapak. Kami diperhatikan saudara dari NTB,” ujar salah seorang warga dengan suara bergetar.

Bagi Tim Baznas NTB, bantuan tersebut bukan sekadar logistik. Di tengah kondisi bencana, perhatian kepada warga yang belum tersentuh bantuan menjadi bagian penting dari misi kemanusiaan.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa dalam situasi darurat, kehadiran dan kepekaan di lapangan menjadi sangat berarti. Bantuan tidak selalu harus menunggu sampai tiba di posko atau melalui jalur distribusi berikutnya. Ketika ditemukan warga yang membutuhkan, bantuan dapat langsung diarahkan kepada mereka.

Dari sebuah perjalanan belanja kebutuhan dapur umum, lahir sebuah peristiwa kemanusiaan yang sederhana namun bermakna: ketika bantuan menemukan mereka yang belum tersentuh, dan kepedulian membuat warga korban bencana merasa tidak sendiri.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top