MATARAM — Bank NTB Syariah memastikan skema pembiayaan khusus bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) mulai berjalan. Kerja sama penjaminan dengan PT Wira Karitas diteken di Kantor Utama Bank NTB Syariah, Mataram, Rabu (19/8/2026), sebagai bagian dari dukungan terhadap pahlawan devisa asal Nusa Tenggara Barat.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) itu turut disaksikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB H. Aidy Furqan, Kepala Bappeda Provinsi NTB Hj. Baiq Nelly Yuniarti, dan Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB Kadir.
Untuk tahap pertama, Bank NTB Syariah menyiapkan pembiayaan KUR PMI sebesar Rp 9 juta per calon pekerja. Jangka waktu pengembaliannya dibatasi tujuh bulan.
Direktur Utama PT Bank NTB Syariah Nazaruddin menyebut skema ini baru langkah awal. Pihaknya telah menyiapkan variasi pembiayaan lanjutan untuk penempatan kerja ke kawasan yang lebih luas, termasuk Eropa.
"Untuk skema awal ini nilainya Rp9 juta dengan tenor tujuh bulan. Ke depan, banyak skema pembiayaan lain yang siap disalurkan. Termasuk untuk penempatan ke Eropa dengan skema delapan bulan, itu juga bisa kita biayai," jelas Nazaruddin, Rabu (19/8/2026).
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Nazaruddin menegaskan strategi pembiayaan bank daerah harus berakar kuat pada potensi ekonomi lokal. Ia menyebut NTB bahkan mengalahkan provinsi besar di Jawa dalam hal jumlah pengiriman PMI ke luar negeri.
"Kalau kita bicara bank daerah, basisnya harus potensi ekonomi lokal. NTB ini bahkan mengalahkan provinsi besar di Jawa dalam hal jumlah pengiriman PMI ke luar negeri. Karena itu, kami istilahnya jemput bola," ujarnya.
Keberadaan PMI dinilai sebagai wujud nyata pahlawan masa kini. Mereka bekerja banting tulang di negeri orang demi menafkahi keluarga sekaligus menyumbang devisa bagi negara.
Melalui kemudahan pembiayaan syariah ini, Bank NTB Syariah berharap beban biaya persiapan dan keberangkatan calon PMI bisa berkurang. Target utamanya, masyarakat tidak lagi bergantung pada lembaga keuangan non-formal atau rentenir yang kerap menjerat pekerja migran dengan bunga tinggi.
Sinergi antara pemerintah daerah, instansi pelindungan PMI, dan perbankan syariah daerah ini diharapkan mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga pahlawan devisa di Tanah Air. Bank NTB Syariah berkomitmen penuh mencari alternatif solusi untuk membantu para calon pekerja menyiapkan segala kebutuhan sebelum berangkat ke luar negeri.