Lomba Modern Ethnic Dance di Museum NTB Jadi Wadah Pelajar Berekspresi, SMAN 2 Taliwang Raih Juara I

Penulis: Wendra Kusuma  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 18:53:31 WIB
Ratusan pelajar SMA/SMK se-NTB mengikuti Lomba Modern Ethnic Dance dalam rangkaian event Museum Begawe Vol. 3 di Museum Negeri NTB.

MATARAM — Museum Negeri NTB resmi menobatkan SMAN 2 Taliwang sebagai juara pertama Lomba Modern Ethnic Dance yang digelar dalam rangkaian event Museum Begawe Vol. 3. Juara kedua diraih SMAN 2 Selong dan juara ketiga ditempati SMAN 5 Mataram, sementara posisi harapan masing-masing diraih SMAN 2 Sumbawa Besar, SMKN 1 Tanjung, dan MA Al-Hannaniyah NWDI.

Kegiatan yang diikuti pelajar SMA/SMK se-NTB ini bukan sekadar kompetisi tari. Museum Negeri NTB sengaja mengangkat genre Modern Ethnic Dance—perpaduan gerak tradisional dengan struktur tari kontemporer—sebagai jembatan agar anak muda tetap dekat dengan budayanya.

Modernitas Jadi Pintu Masuk, Bukan Penghalang

Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, menegaskan pendekatan ini lahir dari kekhawatiran akan tergerusnya minat generasi muda terhadap kesenian daerah. Menurutnya, budaya tidak harus disajikan dalam format kaku agar tetap relevan.

"Di tengah modernitas ini, kami ingin generasi muda kita bisa berekspresi secara dinamis tanpa menghilangkan nilai budayanya," ujar Ahmad Nuralam, Jumat (21/8/26).

Ia meyakini perpaduan unsur tradisional dan modern justru mendorong pelajar terus berkreasi tanpa tercerabut dari akar budaya. "Jadi mereka lebih antusias untuk mencintai budayanya. Ini juga mendorong mereka terus berkarya," katanya.

Guru: Siswa Lebih Terbuka pada Budaya Lokal

Guru Pelatih SMA Negeri 2 Selong, Habibi, menilai lomba ini menjawab dilema yang kerap dihadapi pendidik: siswa lebih akrab dengan budaya populer ketimbang kesenian daerahnya sendiri. Melalui format yang dekat dengan zaman mereka, tembok itu perlahan runtuh.

"Anak-anak sekarang lebih banyak ke modern. Namun, ketika kegiatan ini menggabungkan modern dan budaya, mereka menjadi lebih terbuka, tetapi tidak meninggalkan budaya luhur dan kesenian yang berasal dari daerah mereka sendiri," tuturnya.

Senada, Guru Pendamping SMAN 2 Sumbawa Besar, Jafarudin, berharap event Museum Begawe terus diperluas jangkauannya. Menurutnya, semakin banyak pelajar di NTB yang mendapat ruang berkreasi, semakin besar pula peluang budaya daerah bertahan di tengah arus zaman.

"Jadi ketika mereka berkembang, mereka tidak meninggalkan apa yang menjadi akar mereka," ujarnya.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top