NUSA TENGGARA BARAT — Setelah memperkenalkan Spark GO 3 standar beberapa bulan lalu, TECNO kini memperluas lini entry-level-nya dengan kehadiran Spark GO 3 Pro. Smartphone ini membidik pengguna yang menginginkan fitur premium seperti refresh rate tinggi dan ketahanan ekstrem tanpa harus merogoh kocek dalam.
Salah satu pembeda utama varian Pro ini ada pada panel layarnya yang berukuran 6,78 inci dengan refresh rate 120Hz. Peningkatan ini membuat scrolling dan animasi terasa lebih mulus dibandingkan standar yang kemungkinan masih 90Hz.
TECNO belum merinci spesifikasi lengkap panel tersebut, namun besar kemungkinan memakai teknologi IPS dengan resolusi HD+, mengikuti jejak versi standarnya. Untuk daya tahan, kapasitas baterai ikut dinaikkan menjadi 5.200 mAh, sedikit lebih besar dari 5.000 mAh pada model reguler, dengan dukungan pengisian cepat 15W.
Fitur yang paling menarik perhatian adalah sertifikasi IP69. Rating ini berarti ponsel tidak hanya tahan debu, tetapi juga mampu bertahan dari semburan air bertekanan tinggi dan suhu panas. Ini adalah level proteksi yang biasanya ditemukan pada ponsel rugged atau kelas flagship, menjadikannya nilai jual unik untuk segmen ini.
Dengan proteksi tersebut, pengguna bisa lebih tenang saat perangkat terkena cipratan air atau digunakan di lingkungan berdebu. Ini juga menjadi sinyal bahwa TECNO mencoba mendiferensiasikan produknya di pasar yang sangat kompetitif.
TECNO belum mengonfirmasi chipset yang digunakan pada Spark GO 3 Pro. Namun, spekulasi awal mengarah pada Unisoc T7250 (12nm) yang sama dengan versi standar. Perangkat ini dipastikan hadir dengan RAM 4GB dan dua opsi penyimpanan: 64GB dan 128GB, yang masih bisa diperluas via microSD.
Detail kamera juga belum diumumkan. Sebagai gambaran, TECNO Spark GO 3 reguler mengandalkan kamera utama 13MP dengan dual LED flash dan kamera selfie 8MP. Fitur lain yang sudah dikonfirmasi hadir meliputi speaker stereo dengan dukungan DTS dan infrared blaster untuk mengontrol perangkat elektronik di rumah.
Di India, TECNO Spark GO 3 Pro dijual dengan banderol INR 15.999 (sekitar Rp 2,9 juta) untuk varian 4/64GB, dan INR 16.999 (sekitar Rp 3,1 juta) untuk varian 4/128GB. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai kapan perangkat ini akan masuk ke pasar Indonesia.
Melihat strategi TECNO yang agresif di segmen entry-level Tanah Air, kehadiran model Pro ini berpotensi besar menyusul. Jika benar rilis di Indonesia, kombinasi layar 120Hz, baterai jumbo, dan rating IP69 bisa menjadi ancaman serius bagi kompetitor seperti Infinix dan realme di kelas harga Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta.