MATARAM — Rombongan Putri Mahkota Swedia dijadwalkan tiba di Nusa Tenggara Barat pada 5-6 September 2026. Kehadiran Victoria di daerah itu bukan sekadar kunjungan kehormatan, melainkan peninjauan langsung terhadap program pembangunan yang melibatkan masyarakat akar rumput.
Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan kunjungan ini tidak boleh berhenti pada seremoni. Pemerintah daerah ingin menunjukkan realitas di lapangan, bukan sekadar paparan di ruang rapat.
"Ini adalah momentum agar Putri Mahkota Swedia dapat melihat langsung kondisi dan kehidupan masyarakat di lapangan," ujarnya, Rabu, 26 Agustus 2026.
Agenda Utama: Posyandu dan Peran Kader Perempuan
Di hari pertama, Victoria direncanakan mengunjungi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Gubernur Iqbal menilai Posyandu di NTB merepresentasikan kekuatan relawan perempuan yang bekerja dari tingkat desa.
"Saya sangat merekomendasikan agar beliau meluangkan waktu melihat Posyandu dan bertemu kader-kadernya. Puluhan ribu kader yang tersebar hingga ke desa-desa adalah institusi nyata yang membantu masyarakat dari bawah," lanjut mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki itu.
Isu gender dan pemberdayaan perempuan menjadi sorotan utama dalam kunjungan ini. Pemprov NTB berkomitmen menempatkan perempuan sebagai prioritas dalam kebijakan publik, mulai dari sektor kesehatan hingga penguatan ekonomi berbasis komunitas.
Meninjau Konservasi Laut dan Hutan Adat
Selain isu kesehatan, rombongan kerajaan Swedia juga dijadwalkan meninjau kawasan Gili Meno. Lokasi itu dipilih untuk memperlihatkan keterlibatan warga lokal dalam konservasi ekosistem laut dan terumbu karang.
Kunjungan juga akan menyasar Hutan Adat Bayan di Kabupaten Lombok Utara. Titik ini dipilih untuk menunjukkan keharmonisan antara adat, budaya, dan perlindungan alam yang berjalan beriringan.
Pemprov NTB ingin menekankan pesan global bahwa tolok ukur pembangunan tidak semata-mata diukur dari angka pertumbuhan ekonomi. Keberhasilan pembangunan dinilai dari sejauh mana masyarakat, budaya, dan lingkungan dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Koordinasi Ketat untuk Agenda Singkat
Mengingat alokasi waktu kunjungan yang singkat, Iqbal meminta seluruh instansi terkait memperketat koordinasi. Aparat keamanan dan tim teknis diminta memastikan setiap agenda berjalan lancar.
Ia menekankan pentingnya memberikan pengalaman yang autentik dan berkesan bagi sang Putri Mahkota selama berada di NTB.