Volume Dagang RI-Rusia Naik 12%, Putin Sebut Indonesia Mitra Paling Kunci

Penulis: Valdi Pratama  •  Kamis, 03 September 2026 | 12:49:31 WIB
Pertemuan bilateral Presiden RI dan Presiden Rusia berlangsung di sela Konferensi Tingkat Tinggi Eastern Economic Forum di Vladivostok.

NUSA TENGGARA BARAT — Kerja sama ekonomi menjadi fondasi yang diangkat kedua pemimpin dalam jamuan makan siang di sela Konferensi Tingkat Tinggi Eastern Economic Forum (EEF) ke-11, Kamis (3/9/2026). Selain soal perdagangan, pembahasan mencakup sektor energi, pertahanan, hingga perjanjian dagang bebas dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).

"Indonesia merupakan mitra yang paling kunci bagi Rusia di kawasan Asia Pasifik. Kita terkait dengan hubungan persahabatan selama bertahun-tahun," ujar Putin dalam pernyataan resmi yang dikutip dari keterangan pers Sekretariat Presiden, kemarin malam.

Kunjungan ini merupakan kali kedua Prabowo bertemu Putin dalam setahun terakhir. Menurut Putin, intensitas komunikasi pribadi tersebut mencerminkan kedalaman hubungan strategis yang tidak lagi bersifat seremonial.

Pintu Masuk Baru bagi Produk RI

Perjanjian perdagangan bebas yang telah ditandatangani antara Indonesia dan EAEU menjadi salah satu poin penting yang disinggung Putin. Kesepakatan ini dinilai akan membuka akses produk-produk Indonesia ke pasar Eurasia yang mencakup Rusia, Belarus, Kazakhstan, Armenia, dan Kirgistan.

Pada tahun lalu, volume perdagangan bilateral tercatat mengalami pertumbuhan 12 persen. Putin menegaskan komisi bersama di bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis terus bekerja untuk mengawal implementasi berbagai kesepakatan turunan.

Lima Sektor yang Dieksplorasi

Putin membeberkan sejumlah bidang yang menjadi prioritas pengembangan kerja sama. Selain pertanian dan pembangunan kapal, Rusia juga menaruh perhatian pada teknologi digital dan energi nuklir.

Bagi Indonesia, sektor energi nuklir menjadi area yang relatif baru namun berpotensi besar. Rusia selama ini dikenal sebagai salah satu pemain utama dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir skala kecil hingga menengah, termasuk teknologi kapal pemecah es bertenaga nuklir yang banyak digunakan di kawasan Arktik.

"Masih Banyak yang Perlu Diperkuat"

Meski hubungan kedua negara berjalan erat, belum ada rincian konkret mengenai nilai investasi baru atau proyek yang diteken langsung dalam kunjungan ini. Para pengamat menilai momentum EEF justru dimanfaatkan kedua pemimpin untuk memperkuat komunikasi politik di tengah dinamika geoekonomi kawasan.

Bagi Rusia, forum di Vladivostok ini adalah etalase untuk menarik mitra Asia-Pasifik di tengah sanksi negara-negara Barat. Kehadiran Prabowo sebagai tamu kehormatan utama memberi sinyal bahwa Indonesia tidak ingin menempatkan diri dalam blok-blok yang bersitegang, tetapi tetap membuka ruang kerja sama ekonomi dengan semua pihak.

Belum ada keterangan resmi dari delegasi Indonesia perihal tindak lanjut spesifik yang akan dieksekusi pasca-pertemuan. Namun, pernyataan Putin yang menekankan sifat strategis hubungan bilateral menjadi penanda bahwa intensitas dialog tingkat tinggi kedua negara diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir tahun ini.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top