NUSA TENGGARA BARAT — Yang lebih praktis untuk pengguna harian, komponen seperti baterai, SSD, cover port, dan engsel bisa dibuka sendiri. Klaim Acer, bagian bawah laptop bisa dibuka tanpa obeng—sebuah langkah yang jarang ditemui di laptop modern yang cenderung merekatkan semuanya.
Spesifikasi lain yang terungkap:
Catatan penting: kapasitas SSD maksimal 512GB terbilang kecil untuk laptop kelas ini, dan RAM yang disolder (LPDDR5X) berarti upgrade hanya terbatas pada prosesor dan penyimpanan. Vero 16 dijadwalkan tersedia mulai Desember 2026.
Aspire G 3D 16 memakai panel IPS 16 inci resolusi 3.840 × 2.400 dengan refresh rate 120Hz. Saat konten 3D diputar, resolusi berubah menjadi 1.920 × 2.400 per mata—ini cara kerja teknologi SpatialLabs Acer yang memanfaatkan pelacakan mata dan lensa lentikular untuk menciptakan ilusi kedalaman.
Perangkat ini jelas bukan laptop tipis biasa. Ditenagai Ryzen AI Max+ 395 dengan grafis Radeon 8060S, RAM hingga 128GB, dan SSD hingga 2TB. Baterainya 99,9Wh—angka maksimal yang diizinkan untuk dibawa ke kabin pesawat.
Pertanyaan terbesar untuk produk ini bukan pada speknya, tapi pada ekosistem konten. Teknologi 3D tanpa kacamata sudah ada sejak beberapa tahun, namun dukungan aplikasi dan game yang benar-benar memanfaatkannya tetap terbatas. Tanpa konten yang dioptimalkan, layar 3D ini hanya akan menjadi panel 4K 120Hz yang mahal.
Vero 16 dan Aspire G 3D 16 mewakili dua filosofi yang bertolak belakang. Vero 16 mencoba menjawab keluhan konsumen soal laptop yang sulit diperbaiki dan cepat usang—sebuah nilai jual yang relevan untuk pengguna yang membeli laptop sebagai investasi jangka panjang. Aspire G 3D 16, di sisi lain, adalah perangkat spesialis yang hanya masuk akal jika kamu benar-benar bekerja dengan konten 3D setiap hari.
Yang perlu diperhatikan: harga kedua laptop ini belum diumumkan. Untuk Vero 16, nilai upgrade prosesor harus dibandingkan dengan biaya membeli laptop baru di generasi berikutnya. Untuk Aspire G 3D 16, kamu perlu memastikan aplikasi yang kamu pakai mendukung SpatialLabs sebelum mempertimbangkan membelinya.
Keduanya menarik sebagai inovasi, tapi belum bisa dinilai layak beli sebelum harga dan ketersediaan di Indonesia diumumkan. Vero 16 jelas lebih relevan untuk pasar lokal yang sensitif harga, sementara Aspire G 3D 16 kemungkinan akan menjadi produk niche untuk studio desain dan arsitektur.