NUSA TENGGARA BARAT — Balapan di Sirkuit Misano menjadi pukulan kedua beruntun bagi Veda Ega. Sebelumnya, dalam Moto3 Aragon 2026, pembalap 17 tahun itu hanya finis ke-20 dan pulang tanpa tambahan angka.
Start dari posisi ke-15, Veda sebenarnya punya modal cukup untuk mengais poin. Ia sempat bertahan di rombongan tengah dan menempati posisi ke-14 saat balapan memasuki paruh awal.
Masalah datang di Lap 12. Posisi Veda merosot tajam ke urutan ke-19, jauh dari zona poin yang biasanya dihuni 15 pembalap terdepan.
Ia masih bisa memperbaiki keadaan menjelang finis, naik satu tempat ke posisi ke-18. Namun hasil itu tetap tidak cukup membawa pulang satu angka pun dari Misano.
Sepanjang musim ini, Veda dikenal sebagai pembalap yang cepat beradaptasi dengan trek baru. Catatan itu seolah runtuh di dua seri terakhir.
Justru Aragon dan Misano bukan trek asing baginya. Veda pernah berkompetisi di kedua sirkuit itu lewat Red Bull MotoGP Rookies Cup dan FIM JuniorGP World Championship.
Kegagalan beruntun ini menjadi yang pertama dialami Veda di Moto3 2026. Sebelum San Marino, ia belum pernah absen poin dalam dua balapan berurutan.
Rentetan hasil buruk di paruh musim ini kontras dengan performa awalnya. Setelah kecelakaan di Moto3 Amerika, Veda bangkit dengan finis kelima di Moto3 Spanyol.
Dua finis kelima di Spanyol dan Ceko sempat menunjukkan konsistensi Veda di rombongan depan. Finis kedelapan di Jerman memperkuat kesan bahwa ia mampu bersaing di level atas.
Namun rentetan hasil di Aragon dan Misano memunculkan pertanyaan soal performa motor Honda Team Asia atau pendekatan balapan Veda di sisa musim.
Dua seri tanpa poin membuat posisi Veda di klasemen pembalap berpotensi tergerus. Ia butuh hasil positif di seri berikutnya untuk menghentikan tren ini sebelum jarak dengan rival semakin melebar.