NUSA TENGGARA BARAT — Kehadiran BYD di pameran otomotif Bandung tahun ini bukan sekadar ajang pamer produk. Perusahaan asal Tiongkok itu sekaligus menegaskan bahwa basis manufakturnya di Subang sudah berjalan penuh, dengan target peningkatan kandungan lokal hingga 60 persen mulai Januari 2027.
Jawa Barat sendiri menjadi wilayah penting bagi BYD. Sejak masuk Indonesia pada 2024 hingga Juli 2026, penjualan kumulatif di provinsi ini menembus lebih dari 12.000 unit, atau menyumbang lebih dari 36 persen pasar kendaraan listrik setempat.
Pabrik Subang Beroperasi, Unit ke-100.000 Roll-off
Fasilitas manufaktur kendaraan energi baru BYD di Subang resmi beroperasi pada 3 September 2026. Kapasitas produksinya mencapai 150.000 unit per tahun.
Momen peresmian ditandai dengan roll-off BYD M6 DM sebagai unit ke-100.000 yang diproduksi secara lokal. Langkah ini memperkuat kemampuan manufaktur BYD sekaligus memperbesar keterlibatannya dalam ekosistem industri otomotif nasional.
Ke depan, pengembangan fasilitas juga mencakup manufaktur baterai. Peningkatan kandungan lokal hingga 60 persen ditargetkan mulai Januari 2027.
Jaringan Diler di Jawa Barat Ditargetkan Capai 31 Lokasi
Untuk mendukung konsumen, jaringan BYD Group di Jawa Barat saat ini sudah mencapai 20 diler. Jumlahnya ditargetkan bertambah menjadi 31 lokasi.
“Jawa Barat merupakan salah satu wilayah yang sangat penting bagi BYD di Indonesia. Dengan lebih dari 12.000 kendaraan BYD yang telah hadir di Jawa Barat, kami melihat bagaimana masyarakat di wilayah ini semakin terbuka terhadap teknologi kendaraan energi baru,” ujar Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao.
Menurut Eagle, keberadaan fasilitas manufaktur di Subang membuat BYD semakin dekat dengan konsumen Jawa Barat sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam strategi lokalisasi BYD secara global.
M6 EV dan M6 DM Jadi Dua Pilihan Teknologi
Di GIIAS Bandung 2026, BYD menonjolkan keluarga M6 yang kini tersedia dengan dua pendekatan teknologi. Ada M6 EV yang sepenuhnya listrik, dan M6 DM dengan teknologi Dual Mode.
Sejak diperkenalkan pada 2024, BYD M6 telah digunakan lebih dari 28.000 keluarga di Indonesia. Pada Mei 2026, BYD memperluas pilihan tersebut dengan meluncurkan M6 DM.
M6 DM mengusung pendekatan electric-first. Motor listrik menjadi penggerak utama, sementara mesin berbahan bakar berperan sebagai pendukung ketika dibutuhkan.
“Kehadiran M6 DM merupakan bagian dari bagaimana kami mendengarkan kebutuhan konsumen dan menghadirkan pilihan teknologi yang lebih fleksibel. Kami ingin keluarga Indonesia dapat menikmati pengalaman berkendara seperti EV namun dengan fleksibilitas untuk perjalanan yang lebih jauh,” kata Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan.
M6 EV generasi terbaru yang dipasarkan di Indonesia juga telah diproduksi secara lokal. Varian Standar menawarkan jarak tempuh hingga 450 kilometer, tenaga maksimum 150 kW, torsi 310 Nm, serta akselerasi 0–100 km/jam dalam 7,9 detik.
Empat Model Dipamerkan, Tiga Unit Siap Test Drive
Mengusung tema “Green Future, Smart Emotion”, BYD menghadirkan empat kendaraan di area display GIIAS Bandung 2026:
- BYD M6 EV 2026
- BYD M6 DM Cross Advance
- BYD M6 DM Classic Dynamic
- BYD ATTO 1 2026
Tiga model disediakan untuk pengalaman test drive, yaitu BYD M6 EV 2026, BYD M6 DM Cross Advance, dan BYD ATTO 1 2026 Standard.
Selain kendaraan, BYD menggelar sejumlah aktivitas selama pameran. Ada BYD Student Day, BYD Community Connect, e-Motion Dialogue, serta berbagai program interaktif untuk pengunjung.
Penjualan Nasional 40.700 Unit Sepanjang 2026
Secara nasional, BYD mencatat penjualan 40.700 unit sepanjang Januari-Agustus 2026. Angka itu setara pangsa sekitar 37 persen dari pasar kendaraan listrik nasional.
Kehadiran BYD di GIIAS Bandung 2026 memperlihatkan perkembangan bisnis perusahaan di Indonesia. Mulai dari perluasan produk dan jaringan penjualan hingga penguatan basis manufaktur lokal.
Dengan fasilitas produksi di Subang, BYD tidak hanya membawa kendaraan elektrifikasi ke pasar Indonesia. Perusahaan juga mulai membangun kapasitas produksi dan ekosistem pendukungnya di dalam negeri.