Organda NTB Dorong PO Lokal Ikut Angkut Penonton MotoGP Mandalika 2026

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Selasa, 22 September 2026 | 12:01:00 WIB
Ketua Organda NTB Junaidi Kasum menekankan pentingnya sinergi pemangku kepentingan dalam persiapan transportasi MotoGP Mandalika 2026 di Mataram, Senin (21/9/2026).

MATARAM — Organisasi Angkutan Darat Nusa Tenggara Barat menilai persiapan armada dan operasional menjadi penentu kelancaran ajang internasional tersebut. Junaidi Kasum menyampaikan hal itu di Mataram, Senin 21 September 2026, dengan menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan.

Menurut dia, operator yang dipercaya mendukung layanan MotoGP bertanggung jawab memastikan pelayanan kepada penonton berjalan optimal. Pelaksanaan itu diharapkan tetap memberi ruang bagi PO lokal untuk berkontribusi.

Standar Keselamatan Jadi Syarat Utama PO Lokal

Junaidi menegaskan, PO lokal yang dilibatkan harus memenuhi standar pelayanan minimal, standar operasional prosedur, serta persyaratan keselamatan yang ditetapkan. Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang disebutnya sebagai prioritas paling utama.

"Kami berharap PO lokal yang dilibatkan adalah perusahaan yang memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku. Yang paling utama adalah keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang," katanya.

Keterlibatan PO lokal, lanjut dia, bukan semata memenuhi kebutuhan armada. Kebijakan itu juga menjadi bagian upaya menggerakkan sektor transportasi daerah.

Shuttle dari Sejumlah Titik Dikelola Bersama Dishub

Selain layanan menuju kawasan sirkuit, dukungan disiapkan melalui skema shuttle dari sejumlah titik yang dikelola bersama pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan. Layanan itu diharapkan memudahkan mobilitas masyarakat dan penonton menuju lokasi kegiatan.

"Untuk teknis pelaksanaannya tentu akan dikoordinasikan bersama dengan Dinas Perhubungan. Prinsipnya, bagaimana masyarakat mendapatkan layanan transportasi yang mudah, aman dan nyaman," jelas Junaidi.

Ia menambahkan, kebutuhan armada untuk mendukung MotoGP merupakan pekerjaan bersama. Apabila ketersediaan armada lokal belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan, dukungan armada dari luar daerah dapat menjadi bagian dari solusi.

Koordinasi Dicegah agar Tidak Tumpang Tindih

Junaidi menyoroti pentingnya pengelolaan keterlibatan PO lokal agar koordinasi antara operator utama, pemerintah daerah, dan perusahaan angkutan berlangsung efektif. Mekanisme tersebut diharapkan menghindari tumpang tindih pelaksanaan di lapangan.

"Yang penting bagaimana seluruh kebutuhan transportasi bisa terpenuhi, tetapi di sisi lain PO lokal juga mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dan memberikan pelayanan terbaik," ujarnya.

Keberhasilan layanan transportasi selama MotoGP, menurut dia, tidak hanya menjadi tanggung jawab satu operator. Dukungan pemerintah, operator transportasi, PO lokal, pengemudi, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memastikan mobilitas penonton berjalan lancar.

"Kita ingin MotoGP ini sukses, bukan hanya dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga dari sisi pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan yang datang ke NTB," pungkasnya.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top