Pencarian

Pasar Anime Jepang Cetak Rekor 4,45 Triliun Yen pada 2025

Selasa, 03 November 2026 • 20:17:31 WIB
Pasar Anime Jepang Cetak Rekor 4,45 Triliun Yen pada 2025
Industri anime Jepang mencatat pendapatan 4,45 triliun yen pada 2025, menembus angka 4 triliun yen untuk pertama kalinya.

NUSA TENGGARA BARAT — Asosiasi Animasi Jepang mengumumkan penghasilan industri anime sepanjang 2025 mencapai 4,45 triliun yen atau setara Rp512,03 triliun. Angka tersebut menandai pertama kalinya pasar anime menembus 4 triliun yen, ditopang penjualan luar negeri yang mencapai 2,54 triliun yen. Capaian ini sekaligus mengukuhkan anime sebagai salah satu ekspor konten terkuat Jepang.

Kazuko Ishikawa, ketua Asosiasi Animasi Jepang, menyampaikan data awal tersebut pada Jumat (30/10) seperti dikutip Kyodo News. Nilai pasar anime kini lebih dari dua kali lipat dibandingkan 1,8 triliun yen pada 2015. Penjualan di luar negeri juga tercatat melampaui penjualan domestik untuk pertama kalinya sejak 2020.

Penjualan Luar Negeri Jadi Motor Pertumbuhan

Ekspansi layanan streaming global disebut menjadi pendorong utama, dengan Netflix berperan besar membuat animasi Jepang lebih mudah diakses penonton di dalam maupun luar negeri. Lonjakan popularitas pascapandemi turut mempercepat tren ini.

"Pasar dan potensi animasi Jepang terus berkembang lebih luas, seiring dengan semakin dikenalnya karya-karya tersebut di seluruh dunia," ujar Kazuko Ishikawa.

Pemerintah Jepang pun menargetkan penjualan konten ke luar negeri, mencakup gim, anime, dan manga, mencapai 20 triliun yen pada 2033. Target itu jauh di atas sekitar 5,8 triliun yen pada 2023, saat penjualan konten menempati posisi kedua setelah industri otomotif.

Demon Slayer Infinity Castle Jadi Kontributor Utama

Dari deretan film anime yang tayang tahun lalu, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle menonjol sebagai salah satu judul yang mengangkat pertumbuhan industri pada 2025. Film adaptasi manga populer itu mengumpulkan 40,2 miliar yen dari box office Jepang dan lebih dari 100 miliar yen dari box office global.

Di bioskop Amerika Serikat, Infinity Castle mencetak US$70 juta atau sekitar Rp1,1 triliun pada pekan perdana. Angka itu memecahkan rekor debut box office Amerika terbesar untuk film anime sepanjang sejarah, melampaui Pokemon: The First Movie - Mewtwo Strikes Back (1999) yang mencatat US$31 juta.

Rekor yang bertahan 26 tahun itu akhirnya dilewati dengan capaian lebih dari dua kali lipat. Infinity Castle juga menjadi film Jepang terlaris, menyalip Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba - The Movie: Mugen Train (2020) dan Your Name (2016).

Premis dan Posisi di Trilogi Penutup

Infinity Castle merupakan bagian pertama dari trilogi penutup Infinity Castle arc, kelanjutan saga anime yang sudah mendekati babak akhir. Kisahnya melanjutkan perjuangan Tanjiro Kamado dan Korps Pembasmi Iblis menumpas iblis yang memangsa umat manusia selama ribuan tahun.

Korps Pembasmi Iblis hampir berhasil menghentikan Muzan Kibutsuji ketika Raja Iblis itu menemui Kagaya Ubuyashiki. Situasi berbalik setelah Muzan menjebak mereka hingga terlempar ke markasnya, Infinity Castle, tempat ribuan iblis menanti. Pertempuran pun pecah, melibatkan para Hashira melawan iblis tingkat atas.

Bagi industri hiburan Indonesia, rekor ini menegaskan anime masih menjadi konten paling laku di pasar global, termasuk bagi platform streaming yang bersaing memperebutkan pelanggan lokal.

Follow kliklombok.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks