LOMBOK TIMUR — Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB H. Wirawan menutup langsung kegiatan tersebut, didampingi Sekretaris Dinas Baiq Ayu Juita Mayasari, Kepala UPTD Diklat KUKM NTB Ricka Maharani, dan Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas SDM Amran. Kepala Desa Sakra beserta perangkat desa turut hadir.
Diklat berlangsung 15 hingga 22 Oktober 2026. Peserta yang lulus menerima bantuan mesin jahit untuk merintis usaha produktif di rumah masing-masing.
Peserta berasal dari kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan pemberdayaan. Mereka mencakup penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan non-tunai, Program Desa Berdaya Transformatif, serta warga kategori desil 1 sampai desil 4.
Menurut Wirawan, keterbatasan bukan alasan berhenti belajar. Pemerintah membuka pelatihan ini agar warga bisa meningkatkan kapasitas diri sekaligus memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
"Keterbatasan yang kita miliki bukanlah hambatan untuk terus berprestasi. Bukan pula hambatan untuk meningkatkan produktivitas yang dapat membantu perekonomian keluarga," ujarnya.
Wirawan menekankan agar peralatan dan pelatihan dari pemerintah dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan, bukan sekadar bantuan sesaat. Mesin jahit yang diberikan harus dirawat dan dipakai sesuai peruntukannya.
"Bantuan ini ibarat pancing, bukan ikan. Artinya, alat dan keterampilan yang sudah diberikan harus dimanfaatkan untuk mencari penghasilan, meningkatkan pendapatan, dan menyisihkan sebagian hasilnya untuk ditabung demi masa depan keluarga," jelasnya.
Dinas Koperasi dan UKM NTB akan melakukan pengawasan serta evaluasi. Tujuannya memastikan bantuan benar-benar mendukung kegiatan usaha produktif warga.
Proses graduasi menjadi target utama diklat ini, yakni perubahan kondisi keluarga dari ketergantungan bantuan menuju kemandirian ekonomi. Peningkatan pendapatan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan harian, tetapi juga disisihkan sebagai modal pengembangan usaha secara bertahap.
Diskop UKM NTB berkomitmen menyinergikan program pemberdayaan koperasi dan UMKM dengan Program Desa Berdaya Transformatif. Desa Sakra diharapkan menjadi salah satu lokasi prioritas pengembangan program pemberdayaan berikutnya.
Wirawan menutup sambutannya dengan ucapan selamat kepada seluruh peserta. Ia berharap ilmu dan keterampilan menjahit yang diperoleh dapat diterapkan sehari-hari dan memberi manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan keluarga.