Harga Tebu di Pekat Dompu Naik Rp150 Ribu per Ton, Petani Semakin Bergairah Menanam

Penulis: Wendra Kusuma  •  Senin, 26 Oktober 2026 | 09:31:01 WIB
Masa giling tebu PT SMS di Pekat, Dompu, berakhir 20 Oktober 2026 dan penutupan resmi dijadwalkan 28 Oktober 2026.

DOMPU — Masa giling tebu PT SMS tahun 2026 telah berakhir sejak 20 Oktober lalu. Meski aktivitas penggilingan sudah dihentikan, penutupan resmi masa giling dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober 2026.

Camat Pekat Dermawansyah menyebut pelaksanaan masa giling tahun ini telah rampung. Serapan tebu rakyat menunjukkan perkembangan yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

"Sudah berhenti giling per tanggal 20 kemarin, tapi penutupan resminya tanggal 28 bulan ini," kata Dermawansyah kepada Suara NTB, Minggu (25/10).

Harga Rp550 Ribu per Ton, Naik Rp150 Ribu dari Tahun Lalu

Perbaikan harga menjadi faktor utama di balik menguatnya minat petani. Tahun ini, tebu dihargai Rp550 ribu per ton, naik Rp150 ribu dibandingkan harga tahun lalu yang berada di angka Rp400 ribu per ton.

"Harga sekarang lumayan tinggi ketimbang tahun kemarin. Sekarang Rp550 ribu per ton, tahun lalu Rp400 ribu per ton," jelas Dermawansyah.

Selisih Rp150 ribu per ton itu memberi harapan lebih besar bagi pekebun tebu di wilayah Kecamatan Pekat. Pendapatan petani ikut terdongkrak seiring perbaikan harga komoditas tersebut.

Serapan Tebu Rakyat ke Pabrik Gula Doropeti Meningkat

Dermawansyah menuturkan, meningkatnya serapan tebu rakyat tidak terlepas dari tumbuhnya semangat masyarakat mengembangkan usaha perkebunan tebu. Petani mulai melihat hasil yang menjanjikan dari usaha tersebut.

Kondisi itu membuat semakin banyak warga terdorong menekuni komoditas tebu sebagai sumber penghasilan. Serapan bahan baku ke pabrik gula PT SMS di Desa Doropeti pun ikut meningkat.

Dengan harga yang lebih baik dan serapan bahan baku yang naik, usaha tani tebu di Kecamatan Pekat berpeluang menjadi salah satu sumber penghasilan yang semakin menjanjikan bagi masyarakat.

Penutupan Resmi Masa Giling Dijadwalkan 28 Oktober 2026

Meski penggilingan sudah berhenti sejak 20 Oktober, penutupan resmi masa giling PT SMS baru digelar pada 28 Oktober 2026. Agenda itu menandai berakhirnya seluruh rangkaian operasional pabrik untuk musim ini.

Perbaikan harga dan naiknya serapan tebu rakyat menjadi modal bagi Kecamatan Pekat memasuki musim tanam berikutnya. Petani berharap tren harga positif itu bertahan hingga masa giling tahun depan.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top