LOMBOK TIMUR — Wakil Bupati Lombok Timur Moh Edwin Hadiwijaya menilai penerapan sekolah ramah anak selama ini belum sepenuhnya berjalan di tingkat satuan pendidikan. Ia meminta sekolah benar-benar menghadirkan lingkungan yang aman bagi siswa untuk mencegah berbagai bentuk kekerasan, terutama perundungan.
"Jangan sampai sekolah ramah anak itu hanya neon box aja atau sekadar slogan saja di sekolah-sekolah kita. Tapi (harus) betul-betul ramah terhadap anak," kata Edwin seusai kegiatan sosialisasi mental health, anti-bullying, dan penguatan karakter remaja, Rabu (28/10).
Edwin mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Muslimat NU Lotim tersebut. Menurutnya, sosialisasi serupa perlu diperluas hingga ke tingkat bawah dan menjangkau sekolah-sekolah di Lombok Timur.
Namun ia menegaskan, sosialisasi saja tidak cukup untuk mengantisipasi kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah. Dibutuhkan peran aktif para guru, terutama guru Bimbingan Konseling (BK), guru agama, dan guru ekstrakurikuler.
Selain guru, Edwin menyoroti peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim. Dinas diminta melakukan pengawasan terhadap guru di sekolah, termasuk peningkatan kapasitas guru terkait pencegahan bullying.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial yang kian masif mengubah pola pergaulan remaja. Kondisi itu membuat mental dan perilaku remaja cukup rentan.
Kesehatan mental remaja pun disebutnya harus menjadi perhatian bersama, khususnya orang tua, guru, dan pemerintah. Lingkungan keluarga yang sehat dan nyaman juga perlu dibangun agar remaja merasa aman.
Edwin berpesan agar anak tidak kehilangan kepercayaan diri akibat perlakuan buruk dari teman-temannya. Ia juga meminta orang tua dan guru peka ketika anak menghadapi masalah.
"Jangan sampai anak kita ada yang memilih diam ketika ada masalah. Jangan sampai ada anak yang kehilangan percaya dirinya karena mendapat perlakuan buruk dari teman-temannya," pesannya.
Para siswa diminta tidak ragu meminta bantuan kepada orang tua, teman, dan guru jika mengalami masalah. Edwin berharap pelajar di Lombok Timur membudayakan pergaulan yang sehat.